Berita Negara

Dua Ekor Sapi Warga Sawe Mati, Petugas Tegaskan Bukan PMK, Tapi Karena Ini

Dua ekor sapi milik warga Banjar Sawe, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana dilaporkan mati, Senin 15 Agustus 2022 malam

Tribun Bali
Suasana saat pelaksanaan vaksinasi PMK di wilayah Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana, Rabu 20 Juli 2022. 

 TRIBUN BALI.COM, NEGARA - Dua ekor sapi milik warga Banjar Sawe, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana dilaporkan mati, Senin 15 Agustus 2022 malam.

Setelah dinyatakan mati, sapi tersebut kemudian dikubur oleh warga setempat.

Anehnya, kematian sapi warga tersebut terjadi di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi di Bali.

Namun, pihak Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana menegaskan bahwa sapi yang mati tidak terindikasi PMK, namun keracunan. 

Baca juga: Eks Kadis Pariwisata Terima Remisi HUT RI, Tiga Warga Binaan Batal Bebas karena Belum Bayar Denda

Menurut informasi yang diperoleh,dua ekor sapi mati itu diketahui sekitar pukul 20.00 Wita atau pukul 8 malam.

Saat itu, warga mendapati sapinya mati di kandang. Dan setelah di cek, tidak ada indikasi PMK namun ditegaskan karena keracunan.

Pihak petugas dari kesehatan hewan pun telah melakukan pengecekan ke lokasi. 

"Nggih, laporannya Senin malam kemarin. Kami juga langsung ikut mengecek ke lokasi.

Ada dua ekor sapi yang mati dan sudah dikubur langsung hari itu," kata Perbekel Batuagung, I Nyoman Sudarma saat dikonfirmasi, Rabu 17 Agustus 2022. 

Dia melanjutkan, dari hasil pengecekan petugas, dua ekor sapi itu tidk terindikasi PMK.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved