Ngopi Santai

Mengapa Masalah Yang Sama Berulang Terjadi pada Seseorang?

Kesadaran di sini didefinisikan sebagai semacam  "lensa atau kacamata" yang dipakai seseorang dalam  memandang dunia dan kehidupannya.

Penulis: Sunarko | Editor: Sunarko
pixabay
Ilustrasi. Problem senantiasa hadir dalam kehidupan. Besar dan kecilnya problem tergantung dari bagaimana kualitas kesadaran seseorang. 

TRIBUN-BALI.COM - Mengapa masalah yang sama berulang terjadi?

Demikian pertanyaan yang dilontarkan oleh seseorang di sebuah grup WhatsApp (WA). Kemudian meluncurlah jawaban seperti di bawah ini.

Menurut ahli jiwa dan penulis buku The Hidden Secret, Profesor David R. Hawkins, seseorang menjalani remidi atau berulang menghadapi masalah dan ujian yang sama, karena level kesadarannya (Level of Consciousness/LoC) belum beranjak dari levelnya yang ada saat ini.  

Dengan kata lain, level kesadarannya masih belum meningkat, sehingga “pintu dirinya” masih terbuka bagi masuknya kembali persoalan yang sama.

Kesadaran di sini didefinisikan sebagai semacam  "lensa atau kacamata" yang dipakai seseorang dalam  memandang dunia dan kehidupannya.

Baca juga: RENUNGAN JIWA - Kosmologi, Hukum Tarik-Menarik, dan Peran Tuhan

Untuk bisa lulus atau tidak lagi remidi dengan masalah yang sama, kata Hawkins, level kesadaran seseorang harus mengatasi atau berada di atas level kesadarannya saat ini. Dalam kalimat lain, ia harus bertransendensi, naik ke level kesadaran yang lebih tinggi.

Makin tinggi level kesadaran berarti makin mengecilkan ego (nafsu diri). Makin melepasnya, dan tidak menggandolinya.

Proses transendensi (naik level kesadaran) pada dasarnya adalah proses melepas keterikatan atau kemelekatan pada ego.

Baca juga: Kemelekatan, Hutang Energi dan Jalan Menuju Keheningan

Gelombang akan selalu ada dalam lautan kehidupan. Kadang riaknya kecil, sehingga terasa seperti berada di perairan yang tenang. Lain waktu, lautan kehidupan bergelombang dengan ketinggian ombak sedang; namun kadang juga terjadi gelombang begitu tinggi dan bahkan sangat tinggi.

Jadi, masalah tidak pernah absen dalam kehidupan. Yang membuat suatu persoalan kemudian menjadi tidak begitu bermasalah bagi seseorang adalah karena kemampuan “berselancar” (surfing) dia meningkat lebih baik, sehingga ia tidak kelabakan dan kalang-kabut tergulung/digulung ombak masalah. Dia justru mampu “berselancar” dengan indah di atas ombak itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved