Berita Tabanan

317 Atlet dan 42 Pelatih di Tabanan Bali Tak Dapat Anggaran Porpov 2022, Ini Penyebabnya

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2022 ini akan menjadi sedikit berbeda. Terutama untuk penyelenggaran dan juga biaya kepada para atlet da

Tribun Bali
Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tabanan, I Made Nurbawa, saat ditemui di Kantor Koni, Rabu 24 Agustus 2022. (TB/Ardhiangga Ismayana). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2022 ini akan menjadi sedikit berbeda. Terutama untuk penyelenggaran dan juga biaya kepada para atlet dan pelatih. Di Tabanan sendiri akan ada sebanyak 317 atlet dan 42 pelatih yang akan menggunakan dana mandiri untuk berlaga dalam 31 cabor yang diikuti.

Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tabanan, I Made Nurbawa mengatakan, Tabanan hanya akan ada 107 atlet yang ditanggung dan 39 pelatih. Untuk sisanaya akan membiayai diri mereka sendiri atau mandiri. Nantinya 107 atlet dan 39 pelatih itu akan mengikuti sekitar 20 cabor. Alasan pembiayaan ini ialah melihat dari jejak prestasi, peluang, promosi dan juga potensi.

“Jadi memang dari jauh hari sudah kami jelaskan dan pengkondisian ini dilakukan. Yang menjadi dasar kenapa ke 107 dan 39 pelatih itu karena empat alasan tadi. Kemudian juga didukung dengan anggaran yang memang terbatas,” ucapnya Rabu 24 Agustus 2022.

Baca juga: Dadan Tak Ingin Aksi Lempar Botol Terjadi di Stadion Dipta, Singgung Infrastruktur Retracable Tunnel

Untuk total anggaran sendiri, sambungnya, pihaknya memiliki anggaran sekitar Rp 1,39 Miliar. Itu diperuntukkan untuk persiapan hingga penyelenggaraan akhir. Sedangkan untuk atlet nantinya yang mendapat biaya dari anggaran itu sendiri, akan mendapat atribut lengkap, mulai dari pembukaan penutupan dan pelepasan. Kemudian selain atribut, juga mendapat tiket, konsumsi akomodasi dan transportasi. Nah, untuk yang Mandiri sebanyak 317 dan 42 pelatih itu sudah sedari awal pihaknya melakukan kesepakatan.

“Jadi kesepakatannya antara mau atau tidak (kepada atlet dan pelatih biaya mandiri),” ungkapnya.

Nurbawa mengaku, bahwa untuk Porprov pada tahun 2022 ini, yang dilaksanakan pasca pandemi akan jauh beberda dari Porprov sebelumnya. Pendek kata, ialah Porprov gotong royong. Yang artinya, akan diselenggarakan diseluruh Bali, kemudian untuk venue yang digunakan tidak ada perbaikan, yang dari setiap daerah sepakat dan menyanggupi sebagai tuan rumah untuk untuk melaksanakan. Sehingga, nantinya setiap cabor yang digelar, akan berbeda-beda tuan rumah atau penyelenggaraannya.

“Tahun ini ya seperti ini. Dan bagusnya ialah semua Kabupten sebagai tuan rumah,” ungkapnya.

Baca juga: 2.400 Komisioner KPU Hadiri Rakornas di Bali, Dukung Percepatan Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi

Menurut Nurbawa, untuk anggaran kepada para atlet, dari semua kabupaten tidak maksimal. Selanjutnya faktor kedua ialah juga kesiapan atlet, karena sejak dua tahun, juga berdiam diri tidak ada gelaran yang sama. Jadi, Porprov 2022 ini, merupakan ajang konsolidasi pasca pandemi. Sehingga transisi, Porprov saat ini dari semua teman-teman KONI sama, yang tidak terlalu ngoyoh (bekerja keras) mengejar emas. Singkatnya, hanya untuk supaya atmosfer olahraga di Bali tetap ada.

“Kami semua dari teman-teman hanya berusaha untuk menjaga atmosfer saja. Karena memang kondisi dan keadaan pasca pandemi ini,” jelasnya.

Sedangkan untuk Cabor di Porprov sendiri, nantinya akan ada sekitar 41 cabor dan enam eksibisi. Dari total itu, Tabanan akan mengikuti sebanyak 31 cabor. 10 cabor seperti cabor yongmoodo, bridge, tenis lapangan, cricket, panjat tebing, kabaddi, renang, sepak takraw, dan menembak tidak diikuti. Dengan alasan bahwa hal itu kesadaran diri dari Tabanan yang memang tidak siap dalam persiapan atlet. 

Sedangkan penyelenggaran atau tuan rumah, sambung Nurbawa, nantinya dari setiap cabor sudah ada kesepakatan dari setiap daerah. Tabanan akan menjadi tuan rumah enam cabor, yang akan digelar pada 20 hingga 27 November 2022 di Tabanan.

“Penyelenggaran nanti setelah KTT G-20. Dan untuk Penyelenggaran tetap 14 hari. Bahkan unik sepakbola dan voli bisa mendahului. Kita di November itu. Di poprov 2022 ini, dari setiap daerah sekarang muncul kesadaran kolektif untuk tidak memaksakan banyak-banyakan emas. Jadi biar lewat saja tahun ini. Makanya namanya, Porprov Gotong royong,” bebernya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved