Berita Badung

Pikap Tepergok Angkut Sapi di Badung, Pemerintah Berikan Bantuan ke Peternak Terdampak PMK

Kasus PMK, mobil pikap bermuatan sapi lalulalang di Badung, Bali, Kepala Disperpa Badung: kemungkinan akan dipotong

Istimewa
Ilustrasi - Pikap Tepergok Angkut Sapi di Badung, Pemerintah Berikan Bantuan ke Peternak Terdampak PMK 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Di tengah pemerintah gencar menekan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan melakukan vaksinasi, namun mobil pikap bermuatan sapi malah lalulalang di Badung, Bali.

Padahal pemerintah sudah menghentikan transaksi sapi yang ada di Pasar Hewan Beringkit.

Dari pantauan Tribun Bali di lokasi, mobil pengangkut sapi terlihat melintas di Jalan Raya Sibang Gede menuju Darmasaba Badung.

Tidak hanya itu, beberapa hari lalu juga terlihat mobil mengangkut sapi yang melintas di Jalan Raya Mengwitani dari arah Tabanan menuju Kabupaten Badung.

Baca juga: 556 Ekor Hewan di Bali Terima Ganti Rugi, Ditjen PKH Realisasi Bantuan Bagi Peternak Terdampak PMK

Kondisi itu pun jelas sangat memprihatinkan, mengingat penyebaran virus PMK bisa masif tanpa adanya pengawasan yang ketat dari instansi terkait.

Apalagi, sapi yang lalulalang kondisinya tidak diketahui, apakah akan dipotong atau malah dijual beberapa daerah di Bali.

Menyikapi kondisi itu Dinas Pertamina dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung tidak memberikan komentar banyak.

Bahkan Kepala Disperpa Badung I Wayan Wijana mengaku sangat memungkinkan terdapat kendaraan pengangkut sapi, mengingat sapi tersebut akan dipotong.

"Kemungkinan akan dipotong, kan bisa saja diangkut dari wilayah tertentu untuk dibawa ke tempat pemotongan," kata Wijana, Rabu 24 Agustus 2022.

Pihaknya menegaskan, jika sapi dipotong dan dilakukan di dalam satu wilayah kabupaten masih memungkinkan.

Hanya saja harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) pengangkutan dan prosedur pemotongan yang jelas.

"Misalnya kalau sapi di potong, sudah barang tentu sapi yang sehat dan tidak menunjukkan gejala klinis atau sakit," ujarnya.

Pihaknya mengakui, pemotongan sapi tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di masyarakat yang harus tetap tersedia.

Sehingga kebutuhan pasar bisa terpenuhi dan daging sapi harganya tidak melonjak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved