Berita Klungkung

NUSA PENIDA Segera Miliki Energi Terbarukan Bertenaga 3,5 Mega Watt, Jenderal Moeldoko Cek PLTS 

Harlen menambahkan, bahwa PLTS ini nantinya memiliki beberapa manfaat, diantaranya penurunan pemakaian BBM sebesar kurang lebih 1.596.875 liter/tahun.

Istimewa
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, menyambangi Nusa Penida, Senin (29/8/2022). Kedatangan Jenderal Moeldoko, untuk memonitoring pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di Desa Suana, sebagai upaya percontohan menghadirkan energi terbarukan untuk mendukung helatan G20 mendatang. 

TRIBUN-BALI.COM - Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, menyambangi Nusa Penida, Senin (29/8/2022).

Kedatangan Jenderal Moeldoko, untuk memonitoring pembangunan PLTS ( listrik-tenaga-surya' title='Pembangkit Listrik Tenaga Surya'>Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di Desa Suana, sebagai upaya percontohan menghadirkan energi terbarukan untuk mendukung helatan G20 mendatang.

PLTS di Desa Suana, dibangun di lahan seluas sekitar 4,5 hektar, dan memiliki daya sekitar 3,5 mega watt (MW).

Selain untuk mendukung program energi terbarukan, keberadaan PLTS ini juga diharapkan dapat menambah kapasitas listrik di kepulauan Nusa Penida.

Baca juga: TEKAN Emisi Gas Karbon, Angkasa Pura I Bangun PLTS di Bandara Ngurah Rai Bali

Baca juga: Jelang KTT G20, PT Jasamarga Bali Tol Siapkan PLTS dan Lakukan Penghijauan di Tol Bali Mandara

Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, menyambangi Nusa Penida, Senin (29/8/2022).

Kedatangan Jenderal Moeldoko, untuk memonitoring pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di Desa Suana, sebagai upaya percontohan menghadirkan energi terbarukan untuk mendukung helatan G20 mendatang.
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, menyambangi Nusa Penida, Senin (29/8/2022). Kedatangan Jenderal Moeldoko, untuk memonitoring pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di Desa Suana, sebagai upaya percontohan menghadirkan energi terbarukan untuk mendukung helatan G20 mendatang. (Istimewa)

Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power, Harlen, menyampaikan latar belakang pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida juga untuk mendukung pencapaian Target bauran EBT (Energi Baru Terbarukan) nasional sebesar 23 persen, di tahun 2025 dan mendukung pencapaian komitmen Nasional Determined Contribution (NDC) Republik Indonesia Tahun 2030.

Harlen menambahkan, bahwa PLTS ini nantinya memiliki beberapa manfaat, diantaranya penurunan pemakaian BBM sebesar kurang lebih 1.596.875 liter/tahun setara Rp 19.449.937.500 per tahun, mendukung program Net Zero Emission dengan penurunan emisi CO2 sebesar 3015 ton.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, pun berharap, kehadiran PLTS di Nusa Penida diharapkan dapat mendukung pariwisata ramah lingkungan (green tourism) di Kepulauan Nusa Penida.

"Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah, untuk pemenuhan kebutuhan listrik terbarukan di Nusa Penida.

Seiring perkembangan, kami juga ingin mengembangkan pariwisata ramah lingkungan di Nusa Penida," ujar Nyoman Suwirta.

Harlen menambahkan, bahwa PLTS ini nantinya memiliki beberapa manfaat, diantaranya penurunan pemakaian BBM sebesar kurang lebih 1.596.875 liter/tahun setara Rp 19.449.937.500 per tahun, mendukung program Net Zero Emission dengan penurunan emisi CO2 sebesar 3015 ton.
Harlen menambahkan, bahwa PLTS ini nantinya memiliki beberapa manfaat, diantaranya penurunan pemakaian BBM sebesar kurang lebih 1.596.875 liter/tahun setara Rp 19.449.937.500 per tahun, mendukung program Net Zero Emission dengan penurunan emisi CO2 sebesar 3015 ton. (Istimewa)

Sementara itu Jenderal Moeldoko mengapresiasi PT Indonesia Power, karena mampu menyediakan listrik bagi masyarakat Nusa Penida dalam kurun waktu yang singkat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved