Berita Klungkung

Mahasiswa Ditangkap Polisi, Jadi "Otak" Pengoplosan Gas di Desa Pikat Klungkung

I Komang LA (19), mahasiswa warga asal Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Klungkung.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Mobil APV berwarna coklat yang diamankan kepolisian Sat Reskrim Polres Klungkung, terkait kasus pengoplosan gas elpiji di Desa Pikat, Selasa 30 Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - I Komang LA (19), mahasiswa warga asal Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Klungkung.

Ia diduga kuat menjadi "otak" dari praktik pengoplosan gas elpiji yang dilakukan di rumahnya.

Penangkapan terhadap Komang LA, bermula dari penyelidikan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Klungkung.

Kepolisian sempat melakukan penelusuran di sebuah rumah di Banjar Intaran Buug, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.

Baca juga: Terjerat Kasus Laka Lantas di Klungkung, Mata Ketut Edy Berkaca-kaca Setelah Kasusnya Dihentikan

"Awalnya kami menerima laporan ada aktivitas pengoplosan gas di wilayah Desa Pikat. Lalu kami kembangkan informasi itu, dengan pengawasan di seputaran TKP," ujar Kasat Reskrim Polres Klungkung, Iptu Arung Wiratama, Selasa 30 Agustus 2022 didampingi Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Agus Widiono.

Lalu pada Senin 29 Agustus 2022 sekitar pukul 18.00 Wita, kepolisian memutuskan menggerebek rumah di Banjar Intaran Buug, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.

Aparat mendapati aktivitas pengoplosan gas elpiji 3 Kg bersubsidi, yang dioplos ke tabung gas 12 Kg.

Pengoplosan dilakukan Putu DS (33) dan Komang AK (30), atas perintah I Komang LA (19). 

Baca juga: Klungkung Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan, Hasil Berasnya Akan Disalurkan ke Rumah Sakit

"Dari hasil pendalaman, diketahui Komang LA ini dari otak pengoplosan gas ini. Ia meminta dan membiayai Putu DS dan Komang AK untuk mengoplos gas," ungkap Arung Wiratama.

Dari perkara itu, kepolisian mengamankan 11 alat suntik atau oplos berupa besi 1/2 dim sepanjang 15 cm. Termasuk mengamankan 23 tabung gas elpiji 12 kg, 40 tabung elpiji 3 kg, 3 kantong plastik bekas es, dan 1 mobil minibus APV warna coklat yang digunakan pelaku untum beroperasional terkait aktivitas pengoplosan gas.

"Pengakuan pelaku, baru melakukan aktivitas pengoplosan gas ini selama seminggu. Tapi keterangan ini masih kami dalami," tegasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved