Berita Denpasar
Tracing Kebocoran Pipa, Sebulan Perumda Air Minum Denpasar Kehilangan 494 Liter Air Per Detik
Pipa milik Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar sering bocor. Bahkan tingkat kebocorannya mencapai 38 persen.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seperti diketahui pipa milik Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar sering bocor.
Bahkan tingkat kebocorannya mencapai 38 persen.
Hal itu menyebabkan banyak air yang terbuang.
Selain itu, masyarakat atau pelanggan pun sering mengeluh.
Baca juga: TINJAU TPST di Kesiman Kertalangu Denpasar, Menko Luhut : Kita Akan Buat di 52 Titik Lagi
Dirut Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Gde Arsana mengakui jika tingkat kebocoran pipa di Kota Denpasar saat ini masih cukup tinggi.
"Pada bulan Juli 2022, tingkat kebocoran di Kota Denpasar masih mencapai 38 persen," kata Arsana Kamis, 1 September 2022.
Namun menurutnya bulan Juli 2022 ini, tingkat kebocoran sudah menurun sebanyak 2 persen dari bulan sebelumnya 40 persen.
Dengan tingginya tingkat kebocoran tersebut, Perumda pun melakukan tracing.
Baca juga: Toko Modern Berjaringan Menjamur di Denpasar, Pemkot Tak Bisa Berkutik
Sebab, setiap bulannya Perumda kehilangan air sebanyak 494 liter perdetik dari pasokan yang dimiliki IPA Blusung sebanyak 1.300 liter perdetik.
Ia mengatakan, untuk mengetahui titik lokasi pipa bocor pun tidak mudah.
Sebab jika air mati di satu wilayah, kebocorannya bisa terjadi di lokasi berbeda.
"Kami saat ini terus melakukan tracking. Sebab, tingkat kebocoran masih tinggi, ini menyebabkan masyarakat selama ini kekurangan pasokan aliran air," katanya.
Seperti halnya sepekan lalu, air yang mati di kawasan Jalan Teuku Umar, namun titik bocor berada di kawasan Tjok Agung Tresna.
Dengan kondisi itu, petugas harus mengecek setiap titik dan mengukur tingkat air yang disalurkan.
"Ini sampai lima hari petugas kami mendeteksi lokasi kebocoran. Ini yang masih kami kerjakan dengan tracking rutin," katanya.