Feature Human Interest

Kisah Pilu Naya Disiksa Kekasih Ibunda Kini Telah Kembali Ceria

Senyum tergurat jelas dari wajah mungil Naya (nama samaran), sore itu di rumahnya, Senin, 5 September 2022. Ia tidur dipangkuan sang ayah.

Tribun Bali/Anak Agung Seri Kusniarti
Naya (nama samaran), saat bermain dengan ayahnya di rumahnya, Senin 5 September 2022. Naya kian membaik, pasca alami patah tulang paha dan penyiksaan dari kekasih ibunya beberapa waktu lalu. (Tribun Bali/Anak Agung Seri Kusniarti) 

TRIBUN-BALI.COM – Senyum tergurat jelas dari wajah mungil Naya (nama samaran), sore itu di rumahnya, Senin, 5 September 2022.

Ia tidur dipangkuan sang ayah.

Walau senyum ceria terlihat jelas dari wajah cantiknya, namun luka fisiknya masih berbekas.

Rambutnya di bagian belakang kepala, hilang setengah bekas dijambak dengan keras.

Pahanya yang mengalami patah tulang, masih dibalut perban.

“Sekarang dia sudah bisa duduk, kemarin belum bisa duduk waktu masih pakai gips,” ucap sang ayah, Nyoman GA, kepada Tribun Bali di Mengwi, Badung.

Baca juga: PESAN PSIKIATER Dokter Sri Bagi Pasangan Akan Menikah Dalam Menjaga Anak

Baca juga: NASIB PILU Bocah Telantar NY, Yastini Harapkan Hukuman Maksimal Bagi Jo Alias Tedi

Naya (nama samaran), saat bermain dengan ayahnya di rumahnya. Naya kian membaik, pasca alami patah tulang paha dan penyiksaan dari kekasih ibunya beberapa waktu lalu.
Naya (nama samaran), saat bermain dengan ayahnya di rumahnya, Senin 5 September 2022. Naya kian membaik, pasca alami patah tulang paha dan penyiksaan dari kekasih ibunya beberapa waktu lalu. (Tribun Bali/Anak Agung Seri Kusniarti)

Selain digips, paha Naya juga dipasangi pen untuk kembali menyatukan tulangnya.

Gigi gadis kecil ini, juga rontok di bagian depan, setelah dipukuli kekasih ibu kandungnya sendiri.

Beruntung pelaku yang bernama Jo alias Tedi itu, sudah ditahan pihak kepolisian di Denpasar, Bali.

Sang ibu kandung pun, turut menerima hukuman atas perbuatan kekasihnya kepada Naya.

Ibunya hanya diam, melihat Jo alias Tedi menyiksa anaknya di depan matanya sendiri.

Ia beralasan takut dipukul juga, jika membela buah hatinya itu.

Entahlah, hanya Tuhan dan si ibu yang tahu isi hatinya kala itu.

Kisah Naya ini, berawal dari penemuan anak telantar di daerah Sidakarya, Denpasar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved