Berita Buleleng

Puluhan Ribu Peserta Mandiri Tunggak Iuran, BPJS Kesehatan Singaraja Defisit

Sebanyak 58.194  peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Pintar (KIS) jalur mandiri  di Singaraja menunggak iuran.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singaraja, Endang Triana Simanjuntak (kanan) saat menjelaskan terkait jumlah peserta mandiri yang menunggak iuran, Rabu 7 September 2022 sore 

"Kepesertaannya bisa dialihkan dari mandiri menjadi PBI, apabila benar-benar miskin. Namun kartunya bisa aktif apabila tunggakannya dilunasi terlebih dahulu."

"Karena kami mengusung konsep dengan gotong-royong, semua tertolong. Jangan sampai bayar iuran saat butuh saja. Karena saat sedang sehat, iuran yang dibayarkan itu kami gunakan untuk membantu peserta sakit yang lain," terang Endang, ditemui Rabu (7/9) sore. 

Tingginya jumlah tunggakan ini diakui Endang, menjadi salah satu faktor defisitnya BPJS Kesehatan Singaraja.

Terlihat sejak Januari hingga Agustus 2022 ini, BPJS Kesehatan Singaraja harus mengeluarkan dana untuk membayar biaya pelayanan kesehatan peserta sebesar Rp297 Miliar lebih.

Sementara dana yang terkumpul dari  pembayaran iuran peserta dengan total 784.852 jiwa, baru mencapai Rp114 Miliar.

Dana sebesar Rp297 Miliar itu sebagaian besar digunakan untuk membayar peserta yang membutuhkan pelayanan cuci darah, jantung, hipertensi hingga diabetes melitus.

Akibat mengalami defisit ini, Endang mengaku pihaknya harus melakukan subsidi silang dengan BPJS Kesehatan yang ada di daerah lain.

"Secara bisnis kami rugi. Namun kami tidak bisa bicara untung dan rugi, karena ini program pemerintah. Namun jangan sampai defisitnya semakin melebar. Kami mengandalkan pembayaran iuran dari peserta, karena dengan begitu semua bisa tertolong," katanya.

Untuk menekan defisit ini, BPJS Kesehatan, kini telah menyediakan Program Rencana Pembayaran Iuran Bertahap (REHAB).

Melalui program ini, peserta yang nunggak iuran lebih dari tiga bulan, dapat menyicil tunggakannya maksimal selama 1 tahun.

Jumlah cicilannya pun mengikuti kemampuan dari peserta itu sendiri. Namun meski ada peogram REHAB ini, kartu kepesertaan akan kembali aktif, apabila tunggakan lunas terbayar.

"Misalnya sempat nunggak beberapa bulan, kartunya di nonaktif. Sementara istri dalam beberapa bulan lagi akan melahirkan. Jadi tunggakannya bisa dicicil dan dilunasi sebelum istrinya melahirkan agar kartu bisa aktif kembali," tandasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved