Berita Bali

BSU di Badung Ditinjau Menaker, Sebut Provinsi Bali Relatif Banyak Penerimanya

Menaker Ida Fauziyah, cek penerimaan BSU di Krisna Oleh-oleh Bali. Ia mengatakan perusahaan di Bali taat mengikutkan pekerjan pada BPJamsostek.

zae
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, meninjau penyaluran BSU bagi pekerja di wilayah Badung. Puluhan penerima BSU di Badung, melakukan pencairan di Krisna Oleh-oleh Bypass melalui mobil kas keliling Bank BTN dan BNI. 

" Bali ini termasuk provinsi yang banyak sekali menerima subsidi upah, meskipun Bali sebagai provinsi yang kecil kalau provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta mungkin penerima BSU nya banyak wajar karena besar (wilayah dan penduduknya). Tapi Bali sebagai provinsi yang relatif kecil ternyata penerima BSU di Bali cukup besar," kata Menaker Ida Fauziyah.

"Tandanya apa? Pertama karena kesadaran para pengusaha untuk menyertakan pekerja nya kedalam program BPJS itu keren. Tetapi kami yang kedua kami masih melihat masih banyak perusahaan-perusahaan yang belum menyertakan pekerja nya kedalam program BPJS Ketenagakerjaan," sambungnya.

Sementara itu salah seorang penerima BSU yang bekerja di wilayah Jimbaran yakni Yoga berharap sebagai buruh atau pekerja semoga kedepannya bantuan seperti ini terus ada.

"Semoga bantuan seperti ini tetap berlangsung untuk membantu perekonomian para buruh yang standar UMK-nya masih belum mencukupi. Saya kali ketiga menerima BSU ini mengenai nominal yang kali ini cukup tidak cukup ya harus cukup. Tapi saya pribadi berterima kasih kepada pemerintah sudah membantu dengan adanya subsidi ini," kata Yoga.

Besaran nominal BSU tahun 2022 yakni sebesar Rp 600 ribu disesuaikan dengan perkembangan perekonomian, pada tahun 2020 kondisi perekonomian sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 dan semakin membaik dari tahun ke tahun.

Tahun 2020 BSU sebesar Rp 2,4 juta, tahun 2021 sebesar Rp 1 juta dan dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian tahun 2022 BSU sebesar Rp 600 ribu.

Penyaluran BSU Tahun 2022 ini merupakan salah satu bantalan sosial yang diberikan oleh Presiden sebagai kebijakan antisipatif terhadap dampak yang lebih mendalam atas kenaikan BBM.

Penyaluran BSU ini juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada semua penerima yang telah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Hal yang harus dicatat adalah bahwa dana BSU ini bukan bagian dari iuran atau pengembangan dana yang ada dipengelolaan BPJS Ketenagakerjaan, melainkan dana alokasi dari APBN.

Artinya penyaluran BSU tidak akan mengurangi nilai manfaat yang telah ada dalam akun BPJS Ketenagakerjaan para penerima BSU.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved