Berita Jembrana

Minta Didata Ulang, Nelayan Jembrana Harap Voucher BBM Tepat Sasaran

Nelayan di Kabupaten Jembrana menyambut baik dengan adanya rencana pemberian bantuan langsung tunai (BLT) BBM dalam bentuk voucher senilai Rp200 ribu

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana aktivitas nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin 19 September 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Nelayan di Kabupaten Jembrana menyambut baik dengan adanya rencana pemberian bantuan langsung tunai (BLT) BBM dalam bentuk voucher senilai Rp200 ribu dari pemerintah.

Namun begitu, nelayan justru menyentil pemerintah agar bantuan tersebut penyalurannya tepat sasaran.

Sebab, fakta di lapangan banyak nelayan yang kondisi ekonominya sudah mapan tetap mendapat bantuan.


Di sisi lain, imbas kenaikan harga BBM justru membuat para nelayan semakin menjerit.

Sebab, modal melaut dengan hasil tangkapan yang diperoleh justru berbanding terbalik saat ini. Harga ikan justru merosot jauh di tengah adanya harga kenaikan bahan bakar.

Baca juga: Ratusan Kendaraan Dinas Polres Jembrana Diperiksa, Persiapan Pengamanan Jelang KTT G20


Jika biasanya harga ikan lemuru besar sebelumnya mencapai Rp12.000 per kilogram tertinggi, namun saat ini hanya Rp6.000 per kilogramnya.

Selain itu, harga ikan protolan dan ikan untuk tepung juga ikut merosot.


Seorang nelayan Pengambengan, Anang (37) mengaku penyaluran BLT BBM dalam bentuk voucher senilai Rp200 ribu ini cukup membantu para nelayan.

Namun begitu, ia meminta agar penyalurannya bisa berkelanjutan dan tepat sasaran. 


"Kami merasa bantuan memang bagus. Tapi yang lebih kami harapkan adalah penyalurannya tepat sasaran. Dan kami harap juga bisa berkelanjutan," kata Anang saat dijumpai di lokasi.

Baca juga: Kisah Gatot Pengusaha Dupa di Jembrana, Bangkit Setelah Oleng Dihantam Covid-19

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved