Berita Gianyar
Dewan Gianyar Minta Bebaskan Tajen, Akan Disuarakan di Sidang Dewan
Ketua Fraksi Indonesia Raya DPRD Gianyar, Ngakan Ketut Putra akan memperjuangkan kebebasan tejen/tabuh rah di Bali, Gianyar pada khususnya.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Tak ada kasus kriminal karena tajen. Buktinya dulu saat tajen masih merebak di Bali di bawah tahun 2000an, orang meninggalkan motor dalam kondisi kunci nyantol masih aman. Tidak seperti sekarang," ujarnya.
Selain perputaran ekonomi, Ngakan Putra juga melihat kegiatan ini bisa menjadi objek wisata. Sebab ia kerap melihat turis mancanegara banyak yang menonton tajen.
"Tajen bukan hanya hiburan orang lokal, tapi turis pun banyak saya lihat datang, menonton tajen," ungkapnya.
Pihaknya pun akan menyuarakan pembebasan tajen ini ke sidang Pandangan Umum Fraksi DPRD Gianyar.
Pihaknya berharap, Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Bupati Gianyar, Made Mahayastra mempertimbangkan hal ini.
"Mudah-mudahan ini dijadikan perhatian oleh Pak Gubernur bersama Forkopimda Bali. Dan, saya yakin Pak Gubernur juga memahami kondisi ini. Baik Gubernur maupun Bupati Gianyar," tandasnya.
Ngakan Putra pun memberikan catatan, dimana jika tajen bisa dibebaskan dari cap kriminal. Anak-anak tetap dilarang masuk ke arena tajen.
"Namun catatan saya, anak-anak tak boleh masuk ke tajen. Walaupun memang selama ini tak ada anak-anak metajen. Dan selama metajen wajib memakai pakaian adat madya. Saya sampaikan ini bukan untuk mencari panggung politik. Tapi riil apa yang saya temui di lapangan," ujar Ngakan Putra. (*)
Berita lainnya di Berita Gianyar