Breaking News:

Berita Bali

Ditangkap dengan Barang Bukti 3 Kg Ganja, Gede Agus dkk Divonis 8 Tahun Penjara

Lima sekawan ini divonis pidana, karena terlibat peredaran ganja jaringan Bali-Jawa. Para terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian di Denpasar

Tribun Bali/Putu Candra
Gede Agus Surya Pratama dkk saat menjalani sidang vonis secara daring di PN Denpasar 

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gede Agus Surya Pratama (20), Rizal Bahri (21), Virginiawan Rivandi (26), Moh Zainuri Faqih (21) dan AA Oky Hartawan Pradnyana (21) dijatuhi vonis pidana penjara selama delapan tahun.

Lima sekawan ini divonis pidana, karena terlibat peredaran ganja jaringan Bali-Jawa. Para terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian di Denpasar, dengan barang bukti (BB) ganja seberat 3 Kilogram. 


Amar putusan terhadap kelima terdakwa telah dibacakan majelis hakim pimpinan I Wayan Eka Mariarta dalam sidang yang digelar secara daring (online) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 22 September 2022.

Baca juga: Tangkap Tiga Pelaku Narkoba, Polres Klungkung Buru Satu Nama Pemasok Sabu di Klungkung


"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Gede Agus Surya Pratama, Rizal Bahri, Virginiawan Rivandi, Moh Zainuri Faqih  dan AA Oky Hartawan Pradnyana dengan pidana penjara masing-masing selama delapan tahun, dikurangi selama dalam tahanan, dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan," tegas hakim Eka Mariarta. 


Selain pidana badan, terdakwa Gede Agus dkk juga dijatuhi pidana denda Rp3.400.000.000 subsidair empat bulan penjara.


Kelima terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan permufakatan jahat melakukan tindak pidana narkotik dan prekusor narkotik.

Baca juga: BAHAYA GANJA LEGAL, Petrus Golose Tekankan Dampak Buruknya Bagi Tanah Air

Tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I jenis ganja yang beratnya melebihi 1 kilogram. 


Sebagaimana dakwaan kesatu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Gede Agus dkk dijerat Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotik jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotik


Menanggapi vonis ini, para terdakwa yang didampingi tim penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi menyatakan menerima. "Para terdakwa menerima, majelis hakim," ujar Gusti Agung Prami Paramita selaku penasihat hukum. Hal senada juga disampaikan JPU Ni Luh Putu Ari Suparmi. 

Baca juga: Diduga Salahgunakan Ganja, Jaksa Tuntut 6 Bulan Rehab Anak Ketua DPRD Badung


Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU. Sebelumnya JPU Ni Luh Putu Ari Suparmi menuntut para terdakwa dengan pidana penjara selama sebelas tahun. 


Diuraikan dalam surat dakwaan JPU, terbongkarnya jaringan peredaran ganja ini berawal dari ditangkapnya Gede Agus dan Rizal oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar di Jalan Cempaka Putih, Kesiman, Rabu, 6 April 2022 sekitar pukul 13.30 Wita. 


Lalu dilakukan penggeledahan, dari terdakwa Gede Agus, pihak kepolisian menemukan 1 paket sabu seberat 0,15 gram dan ganja seberat 7,66 gram.

Dari terdakwa Rizal diamankan dua buah resi pengiriman paket. Diduga paket yang dikirimkan ke luar Bali berisi ganja. 


Selanjutnya petugas kepolisian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap terdakwa Virginiawan di kamar kos, Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar.

Saat digeledah, ditemukan tiga paket besar berisi ganja yang beratnya sekitar 3 kilogram. Selain itu diamankan juga sejumlah alat yang digunakan untuk mem-packing ganja, seperti gunting, isolasi bening, dan plastik besar. 


Saat tengah menangkap Virginiawan, datang bergantian dua terdakwa lainnya yakni Zainuri dan Oky. Keduanya pun ditangkap petugas kepolisian.

Dari tangan Zainuri berhasil diamankan satu paket ganja, sedang dari Oky, petugas kepolisian mengamankan ponsel.


Kemudian petugas memeriksa dan mencocokan ponsel kelima terdakwa, ternyata berisi percakapan terkait ganja. Dari pengakuan para terdakwa, ganja itu didapat dari pemilik akun Instagram medical consultation.

Para terdakwa hanya bekerja menjadi pengedar dan telah mengirim beberapa kilogram ganja ke Jawa. Dari pekerjaan itu, para terdakwa telah menerima upah Rp 1 juta. (*)

 

 

 

Berita lainnya di Peredaran Narkotika di Bali

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved