Berita Karangasem
Karangasem Didominasi Penyakit Jantung dan DBD, Kasus Penyakit Jantung Sekitar 1.400
Tren penyakit di Kabupaten Karangasem, pasien yang periksa ke RSUD Karangasem kebanyakan menderita penyakit jantung dan DB.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Tren penyakit di Kabupaten Karangasem, Bali didominasi penyakit jantung dan demam berdarah (DB) di tahun 2022.
Kasus penyakit jantung mencapai sekitar 1.400, terhitung dari Januari sampai September.
Sedangkan DB sebanyak 418 kasus, terhitung Januari-September.
Kepala Bagian Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karangasem, Komang Wirya mengatakan, pasien yang periksa ke RSUD Karangasem kebanyakan menderita penyakit jantung dan DB.
Baca juga: Warga Bangli Bali diminta Waspadai Cikungunya, Kasus DBD 76 Kasus
Pasien jantung kebanyakan rawat jalan. Sedangkan kasus DBD hampir semuanya rawat inap.
"Hampir setiap hari ada pasien penderita jantung yang periksa ke RSUD Karangasem. Bayangkan di semester satu 2022, pasien jantung yang periksa di RSUD hampir 1.400. Kalau seandainya sampai akhir tahun bisa mencapai 3.000,"ungkap Komang Wirya, Kamis 22 September 2022.
Meningkatnya kasus penyakit jantung di Karangasem dikarenakan perubahan perilaku masyarakat yang berubah.
Di zaman sekarang masyarakat lebih senang mengonsumsi makanan siap saji, berlemak, dan mengandung minyak berlebihan, sehingga akan berdampak terhadap jantung.
"Pola makan yang tak sehat bisa mengakibatkan orang terserang penyakit jantung. Apalagi yang bersangkutan males berolahraga. Sering mengonsumsi makanan siap saji, serta berlemak. Untuk mengantisipasi penyakit jantung, masyarakat harus sering berolahraga,"harap Komang Wirya.
Sedangkan kasus DB meningkat dikarenakan cuaca yang masih anomali, berubah-ubah.
Sekarang panas, beberapa jam kemudian hujan.
Kondisi ini mengakibatkan munculnya genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk, seeperti Aedes Aegypti.
Ditambahkan, meningkatnya kasus pasien DB di RSUD Karangasem terjadi di triwulan 3.
Bulan Januari jumlah pasiennya 43 kasus, Februari 38 kasus, Maret 37 kasus, April 70 kasus, Mei sekitar 90 kasus, Juni 63 kasus, sedangkan Juli dan Agustus masing-masing 39 kasus dan 25 kasus.
"Bulan September yang paling sedikit cuma 13 kasus. Semoga tak ada tambahan. Pasien DB rata-rata dirawat 3-7 hari. Tergantung kondisi bersangkutan. Sekarang pasien yang masih dirawat sebanyak 5 orang,"tambah Wirya, pria yang berprofesi dokter ini.
Untuk pasokan bad pasien DB di RS Karangasem masih aman terkendali dan cukup, jika seandainya ada lonjakan.
Pihaknya berharap masyarakat terus terapkan perilaku hidup sehat.
Harapannya agar jumlah kasus DB turun di Karangasem.
"Kasus DB banyak dewasa. Tapi bervariatif (bervariasi),"akuinya.
Kumpulan Artikel Karangasem