Berita Buleleng

Kisah Tiga Lansia Tinggal di Bawah Jurang di Buleleng, Tubuh Tak Kuat tapi Dipaksakan

Kisah 3 lansia yang tinggal di bawah jurang di Buleleng, mengandalkan hasil hutan atau pisang yang ditanam untuk penuhi kebutuhan

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Ketut Sasih bersama saudaranya di Kecamatan Sukadada, Buleleng - Kisah Tiga Lansia Tinggal di Bawah Jurang di Buleleng, Tubuh Tak Kuat tapi Dipaksakan 

Sedangkan Ketut Sasih, anak paling bungsu.

"Kami 15 bersaudara. Yang masih hidup tinggal kami bertiga," kata Ketut Sasih saat ditemui Tribun Bali, Rabu 21 September 2022.

Sebagai anak bungsu, Ketut Sasih menjadi tulang punggung keluarga.

Sebab hanya ia lah yang masih mampu beraktivitas, meski sejatinya kakinya sering terasa sakit.

Sementara kedua kakaknya sudah sakit-sakitan.

Untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, Ketut Sasih hanya mengandalkan hasil hutan, atau pisang yang ditanam di pekarangan rumah.

"Ada kayu di hutan, saya ambil lalu dijual untuk kayu bakar. Ada daun pisang, atau kelapa yang jatuh di kebun milik tetangga, saya dikasih minta lalu saya jual. Biar bisa beli beras sekilo atau dua kilo. Kayu bakar biasanya saya jual di Desa Panji, jalan kaki hanya dua jam," ungkap wanita ramah senyum tersebut.

Apabila memasuki musim hujan, akses menuju ke rumahnya sangat licin dan berbahaya.

Sehingga Ketut Sasih memilih untuk tidak keluar rumah.

Bila musim hujan tiba, tiga bersaudara itu biasanya hanya makan nasi dicampur dengan garam dan minyak kelapa.

"Ya kanggoin makan nasi saja, tidak pakai lauk. Biasanya nyari sayur paku, atau daun ubi. Tapi kalau terlalu banyak makan daun ubi, juga bikin pusing. Jadi lebih enak makan nasi tok. Atau keponakan biasanya datang membawakan makanan," katanya.

Seingat Ketut Sasih, keluarganya tinggal di bawah jurang itu sejak ia masih berusia lima tahun.

Sebab saat itu ia ikut membantu orangtuanya mengangkut seng yang dibeli di kota.

"Saya sempat lihat bapak bikin rumah ini dari tanah. Kayu-kayunya diambil dari hutan. Jadi yang dibeli hanya seng dan paku saja," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved