Berita Denpasar

Terkait Dugaan RSUD Wangaya Tolak Pasien dan Meninggal, Sekda Denpasar Minta Klarifikasi Dirut

Dalam unggahannya di Instagram @aryawedakarna menuliskan akibat dugaan penolakan oleh RSUD Wangaya, si pasien sampai meninggal dunia.

Tribun Bali/Eurazmy
Ilustrasi - UGD Wangaya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah postingan dari anggota DPD Perwakilan Bali, Arya Wedakarna di akun Instagramnya menjadi buah bibir.


Dalam postingan-nya, AWK mengatakan adanya dugaan penolakan pasien di RSUD Wangaya Bali.


Di mana AWK mengaku menerima aspirasi dari warga Buleleng.


Dalam unggahannya di Instagram @aryawedakarna menuliskan akibat dugaan penolakan tersebut si pasien sampai meninggal dunia.

Baca juga: Yayasan St. Louis PanGa dan Yayasan Brikasih Serahkan Mobil Ambulans ke Keuskupan Denpasar

Bahkan dalam postingan disebutkan jika peminjaman ambulans juga ditolak.


"Malam ini Beliau Ratu Gusti @aryawedakarna menerima aspirasi dari warga Buleleng yg harus kehilangan nyawa IBUnya karena diduga ditolak oleh RS Wangaya @rsud.wangaya termasuk RS menolak meminjamkan Ambulance dr RS Wayanga ke Sanglah," tulisnya.


Karena hal itu, anak si pasien membonceng ibunya ke RSUP Sanglah.


Sesampainya di RSUP Sanglah si pasien sudah meninggal dunia.
 
"Bayangkan, anak muda itu harus "membonceng" ibu beliau dengan sepeda motor dan ibu beliau dinyatakan meninggal saat di tiba di RS Sanglah. Saat ini sedang diurus jenazah di Sanglah. Besok AWK akan turun tangan ke Sanglah dan memastikan jenazah tiba besok juga di kampung beliau. Selanjutnya AWK akan memproses hukum oknum pejabat / petugas rumah sakit Wangaya jika terbukti salah. Jika ini dibiarkan, maka tentu akan Memalukan nama Walikota Denpasar dan Satu Jalur," tulisnya.

Baca juga: Tekan Angka Pengangguran di Denpasar, Walikota Denpasar Buka Job Fair 2022

Terkait hal tersebut, dihubungi Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana mengaku sedang meminta klarifikasi kepada Dirut RSUD Wangaya.


"Tiang sedang mengklarifikasi informasi tentang kronologis kejadian dari direktur RS Wangaya. Untuk lebih jelasnya durus hubungi Direktur RS Wangaya," katanya.

 

Sementara dihubungi Dirut RSUD Wangaya, AA Made Widiasa, pihaknya mengaku masih rapat.


"Sebentar nggih, masih rapat," katanya. (*)

 

 

 

Berita lainnya di Berita Denpasar
 

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved