Berita Bali

Meninggal karena Tak Dapat Bantuan RS, RSUD Wangaya Denpasar Bantah Disebut Tolak Pasien Darurat

NS (44), seorang wanita warga Buleleng, meninggal dunia dalam perjalanan setelah tak mendapat pertolongan dari rumah sakit di Kota Denpasar

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Kondisi NS (44) saat ditangani oleh pihak RSUP Sanglah, Denpasar pada Sabtu 24 September 2022 lalu. Ia meninggal dalam perjalanan karena ditolak di dua rumah sakit di Denpasar. 


Saat ini, menurut Widiasa, pihaknya mengaku sedang berproses untuk menambah kapasitas bed di ruang IGD dalam mengantisipasi lonjakan pasien sehingga bisa menampung lebih banyak pasien yang memerlukan penanganan gawat darurat.


Berdasarkan penelurusan Tribun Bali, pasien yang diduga ditolak itu bernama Nengah Sariani, yang berusia 44 tahun.

Sariani sempat batuk darah sehingga pihak keluarga membawanya untuk mendapatkan penanganan di RSUP Prof Ngoerah, setelah sebelumnya diduga ditolak oleh RSUD Wangaya.


Pihak keluarga pun membawa Sariani menggunakan kendaraan roda dua ke RSUP Prof Ngoerah.

Namun, setibanya di RSUP Prof Ngoerah, Sariani sudah dalam kondisi meninggal dunia.


“Belum dilakukan pemeriksaan, dia sudah meninggal. Dan jenazah diambil pihak keluarga pukul 15.00 Wita (Kemarin, Red) di Bagian Forensik,” kata Dewa Ketut Kresna, Kasubag Humas RSUP Prof Ngoerah, Minggu (25/9).

Dewa mengatakan Sariani dan keluarganya tiba pukul 21.53 di UGD RSUP Prof Ngoerah. Lalu pukul 22.00 sudah dibawa ke Bagian Forensik.


“Meninggalnya kurang tahu apakah dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Yang jelas Sanglah sudah memberikan penanganan Elektrokardiogram (EKG) pada pasien. Dan sudah memberikan ambulans untuk pasien tersebut hingga ke kampung halamannya,” tutur Dewa. (mah/sup/sar)

 

 

Berita lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved