Berita Jembrana

PABRIK LIMBAH B3, Warga Pertanyakan Proses Perizinan Pembangunannya, Sudah Ditolak Sejak 2017

Sebab, unggahan tersebut muncul di media sosial setelah ada kekhawatiran warga terhadap terbangunnya pabrik Limbah B3 di wilayah Banjar Munduk.

Coco
Menurut pantauan, selain proses mediasi, sejumlah warga lainnya juga ikut ke kantor desa. Proses mediasi juga diikuti unsur pemerintah, dalam hal ini Kesbangpol dan dari pihak kepolisian. Mereka yang datang adalah warga yang menolak, untuk dibangunnya pabrik Limbah B3. Usai mediasi yang dilakukan, sejumlah warga justru mempertanyakan proses perizinan kepada pihak desa. Bahkan ketika sejumlah warga, ditemui perbekel sempat berlangsung panas. Warga intinya menuntut proses perizinan agar dibuat jelas alias ditunjukkan. 

TRIBUN-BALI.COM -  Pemerintah Desa Pengambengan, memfasilitasi proses mediasi antara warga dengan PT BMS yang membangun pabrik Limbah B3 (Bahab Berhaya Beracun), Rabu 28 September 2022.

Mediasi digelar lantaran unggahan salah satu warga, yang meminta di mediasi.

Sebab, unggahan tersebut muncul di media sosial setelah ada kekhawatiran warga terhadap terbangunnya pabrik Limbah B3 di wilayah Banjar Munduk, di desa setempat.

Yang ditakutkan akan berdampak kepada warga sekitar.

Baca juga: BAU BUSUK Limbah di Pantai Batu Bolong Canggu Dikeluhkan Wisatawan

Baca juga: BENGKUNG! Peternak Sapi dan Pabrik Tahu Tetap Buang Limbah ke Sungai

Pemerintah Desa Pengambengan, memfasilitasi proses mediasi antara warga dengan PT BMS yang membangun pabrik Limbah B3 (Bahab Berhaya Beracun), Rabu 28 September 2022.

Mediasi digelar lantaran unggahan salah satu warga, yang meminta dimediasi.

Sebab, unggahan tersebut muncul di media sosial setelah ada kekhawatiran warga terhadap terbangunnya pabrik Limbah B3 di wilayah Banjar Munduk, di desa setempat.

Yang ditakutkan akan berdampak kepada warga sekitar.
Pemerintah Desa Pengambengan, memfasilitasi proses mediasi antara warga dengan PT BMS yang membangun pabrik Limbah B3 (Bahab Berhaya Beracun), Rabu 28 September 2022. Mediasi digelar lantaran unggahan salah satu warga, yang meminta dimediasi. Sebab, unggahan tersebut muncul di media sosial setelah ada kekhawatiran warga terhadap terbangunnya pabrik Limbah B3 di wilayah Banjar Munduk, di desa setempat. Yang ditakutkan akan berdampak kepada warga sekitar. (Tribun Bali/Coco)

Menurut pantauan, selain proses mediasi, sejumlah warga lainnya juga ikut ke kantor desa.

Proses mediasi juga diikuti unsur pemerintah, dalam hal ini Kesbangpol dan dari pihak kepolisian.

Mereka yang datang adalah warga yang menolak, untuk dibangunnya pabrik Limbah B3.

Usai mediasi yang dilakukan, sejumlah warga justru mempertanyakan proses perizinan kepada pihak desa.

Bahkan ketika sejumlah warga, ditemui perbekel sempat berlangsung panas.

Warga intinya menuntut proses perizinan agar dibuat jelas alias ditunjukkan.

Menurut pantauan, selain proses mediasi, sejumlah warga lainnya juga ikut ke kantor desa.

Proses mediasi juga diikuti unsur pemerintah, dalam hal ini Kesbangpol dan dari pihak kepolisian.

Mereka yang datang adalah warga yang menolak, untuk dibangunnya pabrik Limbah B3.

Usai mediasi yang dilakukan, sejumlah warga justru mempertanyakan proses perizinan kepada pihak desa.

Bahkan ketika sejumlah warga, ditemui perbekel sempat berlangsung panas.

Warga intinya menuntut proses perizinan agar dibuat jelas alias ditunjukkan.
Menurut pantauan, selain proses mediasi, sejumlah warga lainnya juga ikut ke kantor desa. Proses mediasi juga diikuti unsur pemerintah, dalam hal ini Kesbangpol dan dari pihak kepolisian. Mereka yang datang adalah warga yang menolak, untuk dibangunnya pabrik Limbah B3. Usai mediasi yang dilakukan, sejumlah warga justru mempertanyakan proses perizinan kepada pihak desa. Bahkan ketika sejumlah warga, ditemui perbekel sempat berlangsung panas. Warga intinya menuntut proses perizinan agar dibuat jelas alias ditunjukkan. (Coco)

Perwakilan warga, Agus Budiono (33) mengatakan, hasil dari proses mediasi ini tidak ada titik temu alias tak memberikan solusi terkait penolakan warga.

Dia menceritakan, 2017 lalu ia bersama warga lainnya sempat dikumpulkan di Kantor Desa Pengambengan, yang dinamakan sosialisasi pembangunan pabrik Limbah B3 tersebut.

Padahal saat itu, kami secara tegas sudah menolak saat itu.

Namun, tiba-tiba saja tahun 2022 pabrik tersebut justru mulai terbangun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved