Berita Bali

Tarif Baru Penyeberangan Resmi Berlaku Hari Ini, ASDP Gilimanuk Sudah Melakukan Persiapan

Kenaikan tarif penyeberangan resmi berlaku, Kenaikan tarif mencapai 11 persen, Gapasdap: Sulit Jamin Keselamatan Pelayaran

Ist/suasana Pelabuhan Gilimanuk
Suasana Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali - ASDP Gilimanuk sudah melakukan persiapan, untuk menerapkan kebijakan penyesuaian tarif penyeberangan - Tarif Baru Penyeberangan Resmi Berlaku Hari Ini, ASDP Gilimanuk Sudah Melakukan Persiapan 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kenaikan tarif penyeberangan resmi berlaku mulai hari ini, Sabtu 1 Oktober 2022, pukul 00.00 Wita.

Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Gilimanuk sudah melakukan persiapan untuk menerapkan harga baru ini.

Kenaikan tarif mencapai 11 persen.

Namun Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menyatakan kenaikan tarif sebesar 11 persen tidak cukup menjamin keselamatan pelayaran dan standar pelayanan minimum.

Baca juga: Sopir Logistik Pasrah Tarif Penyeberangan Naik

Meski demikian, Manajer Usaha ASDP Gilimanuk, Djumadi mengaku sudah mempersiapkan tim untuk mengawal kebijakan baru ini.

Misalnya, tim tarif dan tim pelayanan pembelian tiket online.

"Saat ini, kami di Gilimanuk sudah siap melakukannya (menerapkan penyesuaian tarif penyeberangan). Rata-rata kenaikan tarifnya adalah 11 persen. Semua tim sudah siap dan manajemen pusat serta ASDP Ketapang juga sangat mendukung," kata Djumadi, Jumat 30 September 2022.

Kalau ASDP senang, beda hal dengan Gapasdap dan sopir angkutan barang.

Syafiudin (51) mengatakan, dengan kenaikan tarif kapal penyeberangan memberatkan para sopir.

Sebelum kenaikan tarif, sopir sudah terpukul dengan kenaikan harga BBM.

"Harapan kami tentunya jangan sampai naik. Ini memberatkan, terutama untuk kami yang sistemnya borongan. Karena kalau semua naik, biayanya juga tinggi," kata sopir truk pengangkut ikan dari Denpasar tujuan Jakarta itu.

Sopir truk khususnya kendaraan logistik sebenarnya sudah pasrah dengan adanya rencana kenaikan tarif kapal penyeberangan.

Para sopir yang tergabung dalam Pasemetonan Logistik Bali ini menyadari kebijakan ini juga untuk keberlangsungan kapal yang beroperasi di pelabuhan yang merupakan milik pribadi.

"Kami tidak bisa berbicara banyak. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan lagi. Untuk kenaikan kami menyadari juga. Artinya kami pasrah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Pasemetonan Logistik Bali, I Putu Oka Mardana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved