Berita Badung

Billboard di Jalan Sortcut Canggu Kembali Menjamur, Ini Kata Satpol PP Badung

Billboard di Jalan Sortcut Canggu Kembali Menjamur, Satpol PP Badung Akui Belum Bisa Buka Karena Minim Anggaran

TB/Istimewa
Reklame jenis Billboard yang menjamur di Jalan Shortcut Canggu-Tibubeneng pada Minggu 2 Oktober 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Setelah Jalan Shortcut Canggu menuju Tibubeneng, Kuta Utara dilakukan penataan dan membongkar semua reklame yang tidak berizin, kini reklame jenis Billboard itu kembali menjamur.

Padahal izin mendirikan reklame di kawasan tersebut tidak ada, sehingga dipastikan reklame tersebut juga tidak memiliki izin.

Menurut informasi yang didapat, papan reklame tidak hanya satu atau dua saja, namun jumlahnya kini sudah banyak.

Hal itu pun sempat mendapat soroton warga karen kembali menjamur dengan jenis billboard yang jumlahnya besar dan menggunakan tiang pesi.

Reklame jenis Billboard yang menjamur di Jalan Shortcut Canggu-Tibubeneng pada Minggu 2 Oktober 2022.
Reklame jenis Billboard yang menjamur di Jalan Shortcut Canggu-Tibubeneng pada Minggu 2 Oktober 2022. (TB/Istimewa)

Padahal sampai sekarang kawasan tersebut tidak masuk masterplan untuk pemasangan reklame. Sehingga izin pun tidak ada dari pemerintah setempat.

Kendati demikian, pemerintah setempat melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung sudah mengetahui kondisi tersebut. Hanya saja pihaknya belum mengambil tindakan untuk menurunkan.

"Sebenarnya kita sudah imbau dari dulu agar tidak memasang reklame lagi di kawasan Jalan Shortcut lagi," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, I. Gst Agung Ketut Suryanegara, saat dikonfirmasi Minggu 2 Oktober 2022.

Birokrat asal Denpasar itu pun tidak menampik jika kondisi reklame dengan jenis billboard kembali menjamur di Jalan Shortcut Canggu -Tibubeneng. Dari perhigungannya sampai saat ini kurang lebih sudah ada 15 Billboard yang terpasang.

"Memang kawasan tersebut, dilarang memasang reklame. Mungkin ada yang mencoba sekali, lalu di barengi dengan yang lain," ucapnya.

Untuk penertiban Billboard yang tidak memilii izin itu, pihaknhnya mengaku baru sebatas memberikan imbauan agar diturunkan oleh pemiliknya. Namun untuk penurunan secara langsung belum bisa dilaksanakan karena minim anggaran.

"Perubahan APBD kan belum selesai atau belum ditetapkan, jadi kita masih menunggu anggaran di APBD Perunahan ini. Yang jelas untuk anggaran induk kita fokuskan dulu untuk membuka yang di Badung selatan, karena akan ada kegiatan G20," ucapnya

Diakui saat ini, ada sebanyak 9 Billboard besar di Jalan Shortcut Canggu-Tibubeneng. Dari 9 Billboard sudah 4 yang diturunkan secara kesadaran. Sisanya lagi lima belum dilakukan pembongkaran.

"Terus terang untuk membuka itu kita perlu biaya, karena menggunakan besi yang tebal dan banyak. Sehingga butuh tukang atau pekerja yang membongkarnya," jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap pemerintah desa ikut berperan dalam penertiban dan pengawasan reklame tersebut. Pasalnya pemerintah desa lebih tau akan wilayahnya sendiri.

"Jangan sedikit-sedikit Satpol PP, kalau memang itu pelanggaran lebih baik jangan dibiarkan. Dari pada didiamkan nanti makin banyak," imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemkab Badung membersihkan semua reklame reklame bodong di sepanjang Jalan Raya Shortcut Canggu-Tibubeneng. Saat iti pembongkaran reklame melibatkan instansi terkait seperti Dinas DPMPTSP, pihak kepolisian, Desa Canggu, Desa Tibubeneng, Linmas & Kasi Trantib, pengurus P3 I beserta staf dan lainnya.

Penurunan reklame merupakan langkah penataan dan pengendalian pembangunan papan reklame yang tidak berizin. Pasalnya kawasan tersebut masih diatur penataannya dan tidak ada yang berizin. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved