Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Novi Sumariani Ubah Kertas Daur Ulang Jadi Benda Ekonomis

Kertas bekas yang biasanya keberadaanya tidak terlalu diperhatikan, disulap oleh Novi Sumariani menjadi benda yang memiliki nilai jual.

Tayang:
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Marianus Seran
Tribun Bali
Novi Sumariani Ubah Kertas Daur Ulang Jadi Benda Ekonomis.    

 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Kertas bekas yang biasanya keberadaanya tidak terlalu diperhatikan, disulap oleh Novi Sumariani menjadi benda yang memiliki nilai jual.

Berawal dari melihat kertas bekas yang banyak berserakan munculah ide untuk membuat produk dari kertas daur ulang ini dan ternyata setelah ia buat, produk kertas daur ulangnya cukup bagus. 

 


“Mulai dijualnya baru tahun ini. Jadi iseng-iseng buat recycle paper seperti ini.

Saya coba bikin workshopnya, ternyata laku, lalu buat lagi kertasnya dan produknya, ternyata ada yang beli, jadi keterusan,” jelasnya pada, Kamis 13 Oktober 2022. 

 


Peminatnya tidak hanya warga lokal Bali, tetapi sampai Jakarta, bahkan para turis yang kebetulan lancong ke Bali dan mengikuti workshopnya.

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo : Kolaborasi Lawan Aksi Terorisme, 20 Tahun Bom Bali

Lebih lanjutnya ia mengatakan, proses kreatifnya tidak sulit dan ia mengaku, jika tidak memiliki blender dan cetakan, recycle paper ini bisa dikerjakan secara manual. 

 

“Buatnya mudah, karena saya juga suka buatnya. Tapi memang waktu buatnya seharian,” tambahnya. 

 

 

Untuk menjadi selembar recycle paper, hanya diperlukan segenggam kertas bekas.

Mulanya, ia menjelaskan, kertas-kertas bekas yang tidak terpakai, diserut atau dihancurkan dan direndam di dalam baskom berisi air

. Setelah cukup lunak, kertas-kertas tersebut kemudian dihancurkan lagi dengan blender sampai serupa ampas dan diberi pewarna alami.

Setelahnya, ampas tersebut disaring dengan cetakan langsung dan diletakkan di alas. Agar mau terbentuk di alas, ampas tersebut dikeringkan menggunakan spons yang ditempel-tempelkan ke cetakan hingga cukup kering. Setelahnya secara perlahan diangkat. 

 

Baca juga: DUEL BERDARAH Tukang Parkir dan Sopir Ambulan RSUP Sanglah, Dipicu Masalah Sepele


“Bisa juga menambahkan partikel-partikel lainnya sebagai hiasan seperti bunga atau daun kering. Setelah terbentuk, ampas kertas itu didiamkan atau diangin-anginkan semalaman hingga cukup kering,” terangnya.

 


Recycle paper yang sudah jadi kemudian dikerjakan sesuai tujuan produk. Jika dijadikan cover buku, Novi tinggal menambahkan lembaran kertas biasa kemudian disatukan dengan tali atau dijilid.

Keseluruhan prosesnya bisa memakan waktu sampai 3 hari, dari proses pembuatan kertas sampai menjadi buku. 

 


“Karena menunggu proses keringnya alami bisa seharian.

Bedanya, jika langsung terkena sinar matahari, karena menggunakan pewarna alami, warnanya bisa turun atau luntur, tetapi kalau misalnya hanya diangin-anginkan seperti biasa warnanya bisa awet.

Sifatnya pun seperti kertas pada umumnya yang bisa basah dan sobek,” bebernya.

 

Sementara ini kata dia, kertas-kertas bekas tersebut diperolehnya di rumah dan pemberian dari teman-teman di kantor.

Produk-produk yang lahir dari recycle paper tersebut diantaranya notebook, amplop, kartu ucapan, pembatas buku, dan kanvas. Yang mana untuk harga bukunya dibanderol mulai dari Rp 30 ribu ukuran kecil, sampai Rp 100 ribu untuk ukuran besar.

Untuk harga kertasnya sendiri, ukuran A6 seharga Rp 15 ribu, untuk ukuran A5 seharga Rp 30 ribu per lembarnya. 

Baca juga: RESMI! Satgas Transformasi Sepakbola Indonesia Terbentuk, Ada Wakil FIFA, AFC, PSSI dan Pemerintah

 

“Promosinya selain dari sosial media, saya juga titip di toko bunga dan di Toko Rumah Belanja di Dharma Negara Alaya, Lumintang. Karena masih baru, jadi orang-orang mempertanyakan ini kertas apa sebenarnya. Tapi sekarang sudah terjual 20 pcs buku dan 50 lembar kertas,” katanya.

 


Berawal dari hobinya ini, Novi bisa menghasilkan cuan-cuan tambahan. Kedepannya ia berharap, ada banyak kertas bekas yang bisa disalurkan menjadi recycle paper sehingga kertas-kertas tersebut tidak terbuang percuma.

 


“Inovasi kedepannya inginnya membuat satu buku yang full dari recycle paper, kalau saat ini kan masih menggunakan kertas biasa di dalamnya.

Ada order atau tidak kita tetap produksi, karena biasanya ikut workshop atau open booth di event juga jadi ditawarkan,” tutupnya.(*) 

 

 

 

 

 

 


 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved