Berita Bali
Kisah Sosok Pengadeg Ida Hyang Pengutus yang Pernah Dianggap Gila, Tetap Ngayah Sampai Pulau Jawa
Pengadeg Ida Hyang Pengutus atau yang kerap disapa Ida Hyang merupakan seorang pengayah dari Abiansemal.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Harun Ar Rasyid
“Kita ke sana kan tujuannya mengobati, jadi untuk makan-minum dikasi oleh pedagang bakso, pedagang es, termasuk uang bensin juga.
Saya yakin kalau niat kita baik, Tuhan Yang Maha Kuasa akan memberikan jalannya untuk membantu,” ucapnya.
Dengan menjadi pengayah Ida Hyang menuturkan ia merasakan ketenangan dan kesejukan luar biasa di dalam hati.
Perkembangan zaman yang dilihatnya semakin minim rasa toleransi dan saling membantu membuat Ida Hyang menuangkan kondisi ini.
Ditambah lagi kehidupan yang semakin bergantung pada materi sehingga sulit untuk meraih makna hidup sebenarnya.
“Jangan melihat orang lain dan merasa terhina karena kondisi ekonomi kita di bawah karena semua ini hanya titipan.
Hidup kita itu bukan dinilai oleh manusia dan kita harus membuat hidup bernilai di mata Tuhan,” tegas Ida Hyang.
Ia mengajak semua umat untuk meningkatkan rasa tulis iklas dan menjaga gotong royong tanpa memandang apapun.
Manusi bisa membantu sesama seperti dengan membuat orang lain tersenyum, menolong orang sakit, dan lain-lain.
Dengan demikian kita akan mendapatkan kemuliaan dan merasakan berartinya hidup di mata Yang Maha Kuasa. (yun)