Berita Nasional
Blibli Umumkan Melantai di Bursa Saham, Simak Struktur Penawarannya
Blibli menyelenggarakan Due Diligence Meeting dan Paparan Publik (Public Expose) terkait rencana IPO pada November 2022 mendatang.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Dari sisi kepemimpinan perseroan, Kusumo mengatakan, tim manajemen datang dari latar belakang lanskap pasar dalam negeri yang tangguh.
“Dengan eksekutif yang solid, kami percaya dapat melampaui apa yang kami capai hari ini. Lebih dari itu, kami mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung Blibli hingga saat ini. Mulai dari para penjual dan mitra bisnis di bidang teknologi, logistik, institusi keuangan, pemasaran, pemegang merek, dan pemasok, yang menjadi rekanan kami menjangkau setiap pelanggan,” kata Kusumo
“Termasuk para UMKM yang berani mengambil langkah berbeda dalam menggapai potensi baru, serta seluruh keluarga besar Blibli, tiket.com, dan Ranch atas upaya tanpa lelah mendorong kemajuan perseroan,” sambungnya.
Baca juga: Jadwal SIM Keliling di Bali Hari Ini 20 Oktober 2022, Cek Lokasi Untuk Daerah Tabanan dan Badung
Lebih jauh ia menjelaskan, selain aspek fundamental yang mumpuni, langkah Blibli semakin optimis dengan potensi pertumbuhan pasar di Indonesia.
Menurut riset dari Frost & Sullivan dan Euromonitor, jumlah potensi pasar (Total Addressable Market/TAM) industri e-commerce Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan bertumbuh hingga USD 436 miliar.
“Potensi tersebut menjadi prospek bagi ekosistem Blibli. Kontribusi layanan perdagangan (commerce) diproyeksikan tumbuh hingga USD150 miliar, yang mana dapat diserap oleh layanan Blibli,” ucapnya.
Sementara sektor travel dan Iifestyle diprediksi menyumbang USD41 miliar terhadap potensi pasar di Indonesia.
Di samping itu, permintaan akan groceries mengambil porsi terbesar pada TAM industri e-commerce senilai USD245 miliar.
Hal ini menjadi keunggulan Blibli melalui ekosistem e-groceries omnichannel bersama Ranch Market.
Adapun kinerja bisnis Blibli pendapatan neto pada periode semester pertama tahun 2022 tercatat sebesar Rp 6,7 triliun, tumbuh 124 persen dari penode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah pendapatan neto pada periode tersebut telah mencapai 76 persen dari jumlah pendapatan neto tahun 2021.
Sedangkan Laba bruto perseroan pada periode semester pertama tahun 2022 tercatat meningkat 148 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Sidang Kasus Brigadir J Berlanjut Hari Ini, Jaksa Akan Tanggapi Keberatan Pihak Ferdy Sambo dan PC
Dan tahun 2021, jumlah pelanggan institusi baik pemerintah maupun swasta juga meningkat dari 80.783 pelanggan menjadi 153.089 pelanggan.
Mengenai struktur Penawaran Umum Saham, sebanyak-banyaknya sebesar 17.751.205.900 saham baru yang merupakan Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 250,00 (dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham atau sebanyak-banyaknya sebesar 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Saham Perdana yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan ditawarkan kepada masyarakat.
Dengan rentang harga penawaran sebesar Rp 410,00 hingga Rp 460,00 setiap saham.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kegiatan-paparan-publik-Blibli.jpg)