KTT G20 di Bali
Sekitar 20 UMKM Lokal Salah Satunya dari Bali Terpilih Jadi Pemasok Suvenir Resmi KTT G20
Jelang KTT 20 di Bali, sekitar 20 UMKM lokal, salah satunya dari Bali terpilih jadi pemasok suvenir resmi KTT G20.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Kartika Viktriani
Adapun empat produk radio kayu itu adalah model Gede Pangrango, Wijaya Kusuma, Joglo, dan Cipanas.
Pilihan nama produk Faber Instrument Indonesia merupakan kegelisahan Helmi atas kondisi ekonomi kreatif di kampung halamannya, Cianjur, yang terus menurun.
Harapan Helmi melalui nama produknya mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Cianjur.
“Mereka itu lebih bangga dengan kota tetagga, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Bandung. Padahal di situ (Cianjur) banyak. Makanya saya ada di sini untuk membangun ekosistem dan inovasi,” ucap Helmi.
Selama proses seleksi G20, Helmi optimistis lolos kurasi.
Sebab dalam gelaran Ina Craft 2020, Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil jika produk radio kayu layak menjadi suvenir G20.
Pertanda ini kemudian mewujud saat Helmi menerima kabar terpilih menjadi 20 UMKM penyedia suvenir G20.
Faber Instrument Indonesia adalah UMKM pengolah limbah kayu yang memulai produksinya pada 2013.
Produk pertamanya adalah gitar akustik dan cajon.
UMKM ini kini lebih dikenal dengan produk radio kayunya yang khas; vintage dan kekinian.(*)