G20 di Bali
Bali Bawa Aura Damai ke Dunia, 150 Ribu Orang Berdoa Demi Sukses KTT G20
Jelang KTT G20 di Bali, Pangdam Udayana Siapkan Pasukan Anti Teror, 150 Ribu Orang Berdoa Demi Sukses KTT G20
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Luhut juga meminta agar kita berdoa tidak hanya hari ini, tapi terus selama hari-hari kedepan.
"Supaya penyelenggaraan KTT G20 Indonesia Tahun 2022 dapat memberikan manfaat, kebaikan bagi masyarakat Bali, masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas nama pemerintah kepada seluruh rakyat Bali yang bersama-sama dengan tulus, berdoa bersama-sama memanjatkan permohonan kepada Maha Pencipta supaya apa yang kita niatkan ini bisa berjalan dengan baik," imbuh Menko Luhut.
Sebelum menghadiri acara itu, Menko Luhut mengecek kembali kesiapan dan persiapan-persiapan venue KTT G20 bersama Gubernur Bali.
"Persiapannya sudah 95 persen, baik di GWK, maupun di jalan-jalan, Bandara, maupun venue di Apurva Kempinski Bali. Semua sudah bersiap," ungkapnya.
Dan semoga nanti pemimpin-pemimpin dunia kumpul di sini bisa dalam keadaan damai, berharap Ukraina dengan Rusia damai, Amerika Serikat dengan Cina juga ketemu, dan Presiden Jokowi bisa menjadi jembatan untuk mengatasi perbedaan-perbedaan itu.
Upaya itu akan dan sedang dilakukan.
"Kita semua berdoa (Presiden Ukraina, Rusia, Amerika Serikat dan Cina hadir). Jadi apa pun yang kita doakan itu untuk kedamaian karena bagaimanapun ujung-ujungnya adalah masalah kemanusiaan. Kita tidak ingin atau Bapak Presiden juga menyampaikan berkali-kali, kita tidak ingin masyarakat dunia menderita akibat pertikaian dari konflik beberapa negara," kata Menko Luhut.
Menurut Luhut, kita percaya itu (Bali jadi tempat perdamaian antara Ukraina dengan Rusia).
Bali itu membawa aura kedamaian.
Mengenai pembatasan kegiatan masyarakat Bali saat KTT G20, Menko Luhut mengungkapkan tidak ada PPKM dan masyarakat beraktivitas seperti biasa.
Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto SE MM mengatakan kesiapan jajaran TNI dalam mengantisipasi ancaman terorisme dan radikalisme dalam perhelatan internasional KTT G20.
Melihat potensi ancaman-ancaman dari piahk-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan, Pangdam meyakinkan bahwa hal itu sudah diantisipasi TNI dari tingkat pusat hingga daerah di Bali.
Hal itu disampaikan Mayjen TNI Sonny Aprianto saat dijumpai Tribun Bali, seusai apel gelar pasukan kesiapsiagaan TNI AD dalam rangka kontijensi di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar, Rabu 26 Oktober 2022.
“Tim taktis anti teror dibawahi komando operasi khusus TNI, namun kami Kodam IX/Udayana mem-BKO-kan satuan Anti Teror dari Batalyon Infanteri Raider 900/SBW,” tegas Pangdam Udayana.
Pihaknya menambahkan, di luar hal itu, secara umum Kodam IX/Udayana siap melaksanakan pengamanan wilayah KTT G20 dengan berbagai metode latihan yang sudah dijalankan.