Kereta Cepat Jakarta Bandung

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diperpanjang Sampai Surabaya, Menhub: Dibahas 15 Tahun

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung direncanakan akan diperpanjang rutenya sampai Surabaya

Kompas.com
Presiden Joko Widodo mengharapkan pembagunan kereta cepat Jakarta-Bandung rampung pada Juni 2023. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diperpanjang Sampai Surabaya, Menhub: Dibahas 15 Tahun 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung direncanakan akan diperpanjang rutenya sampai Surabaya.

Menhub mengungkapokan bahwa proyek kereta cepat yangs aat inidikejakan akan melayani beberapa titik ekonomi vital yang berada di Jawa.

Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ini akan memotong waktu transportasi menjadi 4 jam saja.

Seperti dilansir dari kompas.com pada Sabtu 29 Oktober 2022, Menhub Budi Sumadi mengungkapkan kalau pemerintah bersama Jepang juga tengah berencana membangun Kereta Semi Cepat Jakarta Surabaya.

Baca juga: Membengkak 27,9 Triliun, Indonesia Diminta Tangung Biaya Pembengkakan Proyek Kereta Cepat oleh China

"Kereta cepat juga gitu kok, dibangun cuma Jakarta-Bandung banyak kok-nya, tapi kalau kita yakin ini akan kita bangun Jakarta-Surabaya (Kereta Cepat Jakarta Surabaya)," kata Budi Karya pada Jumat 28 Oktober 2022 lalu.

Meski baru wacana, Budi tidak menjabarkan terkait tindak lanjut mengenai realisasinya, terutama sumber pendanaannya.

Terlebih, untuk rute Jakarta-Bandung saja yang berjarak 142 kilometer, biaya yang dikeluarkan mencapai ratusan triliun.

Sementara jarak Jakarta ke Surabaya mencapai hampir 800 kilometer sehingga pembangunan akan memakan biaya yang sangat banyak.

Proyek kereta cepat didanai utang dari China dengan bunga 2 persen per tahun. Jauh lebih tinggi dibandingkan proposal Jepang yang menawarkan bunga 0,1 persen per tahun.

Baca juga: 111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat Indonesia China Dicuri, Pemerintah Rugi Rp 1 Miliar

Namun utang itu akan ditanggung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), konsorsium perusahaan yang sebagian besar sahamnya dikuasai PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), perusahaan patungan BUMN Indonesia.

Empat BUMN yang terlibat dalam proses pembangunan kereta kecepatan tinggi antara lain Kereta Api Indonesia, Wijaya Karya, PTPN VIII, dan Jasa Marga.

Selain itu karena adanya pembengkakan biaya, APBN juga harus ikut menambal pembengkakan biaya atau cost overrrun agar proyek ini tak sampai mangkrak.

Sebagai informasi saja, biaya pembangunan mega proyek infrastruktur itu mengalami pembengkakan biaya menjadi 8 miliar dollar AS atau setara Rp 114 triliun, bahkan perhitungan lainnya, investasinya bisa bengkak lagi mencapai Rp 118 triliun.

Angka tersebut membengkak dari rencana awal hanya sebesar 6 miliar dollar AS sesuai perhitungan pihak China. 

Baca juga: Jakarta Terendam Banjir, Mulai Besok Mega Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Dihentikan

Proyek ini juga seharusnya rampung pada 2019, namun diperkirakan baru selesai pada pertengahan 2023.

Biaya pembangunan pun membengkak sehingga perlu disuntik APBN.

Melonjaknya biaya investasi kereta cepat kerja sama Indonesia-China bahkan juga sudah jauh melampaui dana pembangunan untuk proyek yang sama yang ditawarkan proposal Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), meski pihak Tokyo menawarkan bunga utang lebih rendah.

Agar proyek tidak sampai mangkrak, pemerintah Indonesia menambal sebagian kekurangan dana dengan duit APBN melalui skema penyertaan modal negara (PMN) pada BUMN yang terlibat di proyek tersebut.

Penggunaan dana APBN untuk mendanai proyek kereta cepat sejatinya sudah mengingkari janji pemerintah.

Proyek ini dijanjikan akan digarap skema business to business tanpa campur tangan pemerintah.

Rencana rute kereta cepat Budi Karya mengatakan, jika direalisasikan, maka kereta cepat akan menghubungkan sejumlah pusat-pusat ekonomi di Pulau Jawa.

Konsep pembangunan kereta cepat ini dimulai dari Jakarta, Kawarang, Bandung, Kertajati, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun dan Surabaya.

"Jadi kita kawal benar kereta cepat ini konsep perencanaannya sedang dilaksanakan sama-sama, jadi rencananya itu Jakarta, Karawang, Bandung, Kertajati, Purwokerto terus Yogyakarta, Solo, Madiun dan Surabaya. 4 jam mudah-mudahan bisa melaksanakan itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, landasan-landasan terkait rencana pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya ini harus dilaksanakan.

Ia mencontohkan, proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sebelumnya sudah dibicarakan 15 tahun yang lalu dan baru kini berhasil dibangun.

"Jadi kita letakan dulu landasan itu, tahu MRT, itu sudah dibahas 15 tahun, pak Jokowi berani kita mulai pembangunan MRT dan terjadi dan bisa," ucap Budi.

Meskipun menggunakan APBN namun diharapkan pengerjaan proyek megastruktur ini akan segera rampung dan bisa membuat transportasi di Indonesia semakin maju. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kereta Cepat Mau Dilanjut sampai Surabaya, Ini Rutenya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved