Penebasan di Bangli
Mertayasa, Korban Penebasan Dirawat di RSUP Ngoerah Denpasar, Paman Sebut Kondisinya Lebih Baik
Penebasan di Bangli, polisi masih menunggu hasil forensik dari pihak rumah sakit, Komang sudah mulai sadar
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Dengan luka parah, Mertayasa berusaha melarikan diri ke arah tegalan, dan meminta tolong warga sekitar.
Sementara Made Umbara pergi dengan bersepeda motor ke Polsek Kintamani untuk menyerahkan diri.
Terpisah, perawat di IGD di RSUP Ngoerah Denpasar mengatakan, setelah selesai penanganan di IGD, pasien kemudian dipindahkan ke ruang Kamboja.
Di lokasi, Tribun Bali bertemu dengan paman korban yang sedang menunggu di depan ruangan.
Paman korban yang tak ingin disebutkan namanya ini mengatakan kondisi Komang sudah lebih baik daripada sebelumnya.
“Kemarin sudah langsung diberi tindakan oleh dokter untuk langsung dioperasi. Korban sedang ada di dalam ruangan ditemani istrinya, sedang dalam observasi,” kata pamannya, Jumat.
Pamannya mengatakan, Komang saat ini sudah mulai sadar, walaupun belum sepenuhnya.
Hal ini diperkirakan terjadi karena efek obat saat operasi kemarin.
Komang Mertayasa sudah mulai bisa makan dan minum.
Di sisi lain, kasus yang dialami oleh Komang ini tak bisa ditanggung BPJS Kesehatan.
Sehingga Komang harus membayar biaya operasi dan perawatan lainnya.
Di sisi lain, paman korban mengungkapkan perasaannya yang sedih melihat respon masyarakat.
Melalui berita-berita yang ia baca di media sosial, ia banyak melihat komentar masyarakat.
Banyak respon masyarakat yang ternyata membenarkan tindakan pelaku.
Hal dirasa kurang seimbang karena belum adanya keterangan lain dari sisi korban.