G20 di Bali
38 Pesawat Angkut VVIP, Presiden Rusia Mungkin Tak Hadiri KTT G20 di Bali
KTT G20, Angkasa Pura I memastikan saat melayani penerbangan VVIP, pelayanan penerbangan komersial tetap berjalan seperti biasa
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Selama penyelenggaraan KTT G20, Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memastikan saat melayani penerbangan VVIP, pelayanan penerbangan komersial tetap berjalan seperti biasa.
"Untuk penerbangan kita sudah atur sedemikian rupa sehingga tidak menganggu reguler flight. Karena reguler flight juga membawa delegasi sehingga kita atur penerbangannya memang ada beberapa terdampak VVIP penerbangannnya sehingga pesawatnya delay. Tapi sudah kita info dari awal sehingga harapannya nanti penumpang ke Bandara nya juga sudah menyelesaikan dengan schedule yang baru," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi saat ditemui di gedung VVIP Bandara Ngurah Rai, Rabu 9 November 2022.
Kedatangan VVIP melalui Bandara Ngurah Rai mulai 13 hingga 15 November dini hari dengan jumlah VVIP 38 pesawat dan pengaturan slot time sudah diatur sedemikian rupa.
Kemudian keberangkatan mereka meninggalkan Bali mulai 16 November, namun Faik enggan menyampaikan informasi jadwal lengkapnya.
Baca juga: Antisipasi Aksi Terorisme Jelang G20, Densus 88 Beri Penekanan ke Kecamatan Negara Bali
"Saya belum dapat info lengkapnya. Jadi kita atur sedemikian rupa seperti dari sisi ground time-nya. Biasanya pesawat komersial di sini ground time-nya bisa dua sampai tiga jam. Kita batasi dengan waktu tertentu sehingga efisien pengelolaan operasionalnya," imbuh Faik Fahmi.
Disinggung berapa lama maksimal delay atau keterlambatan terbang selama periode penyesuaian operasional penerbangan, Faik Fahmi menyampaikan satu sampai dua jam.
"Kalau sampai dalam konteks membatalkan penerbangan (cancel flight) itu tidak ada. Adanya penundaan saja estimasi delay tidak terlalu lama paling satu sampai dua jam kalau dari skenario yang kita siapkan," imbuhnya.
Mengenai kedatangan VVIP Rusia atau Kepala Negara Rusia Vladimir Putin informasi awal akan hadir, tetapi terakhir ini tidak akan sebanyak itu (10 pesawat dari Rusia).
"Informasi yang kita dapat ada satu penerbangan (dari Rusia), tapi mungkin bukan Rusia. Kita kan lebih ke koordinasi teknis bagaimana ground handling-nya dan lain sebagainya. Memang ada penerbangan Rusia, tapi mungkin bukan presidennya, tapi ini kita belum tahu," ungkap Faik Fahmi.
Dari informasi total tamu VVIP untuk menghadiri KTT G20 yang akan mendarat di Bandara Ngurah Rai 18 Kepala Negara anggota G20, tambahan 9 Kepala Negara yang diundang khusus, dan tambahan lagi 10 kedatangan VVIP dari Kepala Negara, Kepala Lembaga Dunia dan Tokoh Dunia.
Sehingga total sekitar 38 pesawat yang mengangkut VVIP, dari anggota negara G20 yang belum konfirmasi hadir adalah dari Uni Eropa dan Argentina.
"18 Kepala Negara sudah confirm. Detailnya ke Kemlu ya, domainnya di sana. Kita hanya mengatur sisi teknisnya saja," ucap Faik Fahmi.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan melakukan pembatasan penerbangan reguler dari dan ke Bali, 13-17 November 2022, dalam rangka menyeimbangkan penerbangan VVIP para delegasi G20, dengan penerbangan reguler domestik dan internasional.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur kembali perjalanan, dan mengantisipasi adanya perubahan jadwal penerbangan dari dan ke Bali,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati.
Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Dirjen Perhubungan Udara No 12 Tahun 2022 Tentang Pengaturan Operasional Penerbangan Selama Penyelenggaraan KTT G20 di Bandara Ngurah Rai.