Berita Buleleng
Distan Buleleng Bikin Skema Penanganan Rabies Mirip PMK, Pasca Bocah 4 Tahun Meninggal Suspek Rabies
Dinas Pertanian Buleleng saat ini masih menunggu kesiapan salah satu desa di Kecamatan Sawan, untuk melakukan vaksinasi atau eliminasi anjing.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Dinas Pertanian Buleleng saat ini masih menunggu kesiapan salah satu desa di Kecamatan Sawan, untuk melakukan vaksinasi atau eliminasi tertarget terhadap anjing-anjing yang ada wilayah tersebut.
Ini dilakukan berkaitan dengan adanya kasus kematian seorang bocah usia empat tahun dengan suspek rabies.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta ditemui Rabu (9/11) mengatakan, perangkat desa di lokasi tempat tinggal bocah tersebut masih sibuk melaksanakan upacara keagamaan.
Baca juga: Bocah 4 Tahun Meninggal Suspek Rabies, Sempat Digigit Anjing 3 Bulan Lalu di Sawan Buleleng
Setelah itu pihaknya akan mencoba berkoordinasi untuk menentukan langkah-langkah yang dilakukan, seperti pelaksanaan vaksinasi atau eliminasi anjing liar yang ada di wilayah tersebut.
Namun sembari menunggu kesiapan perangkat desa, pihaknya akan menerjunkan tim, untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait tata cara penanganan kasus gigitan anjing.
Serta mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meliarkan anjing peliharaannya.
Baca juga: Pemkab Buleleng Buka Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan, Ada Kuota 403 Formasi
Mengingat kasus kematian akibat gigitan ajing di Buleleng ini sangat tinggi, Sumiarta juga menyebut akan membuat skema penanganan mirip dengan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Tim yang dimiliki oleh pihaknya akan disebar untuk melakukan penyisiran ke 90 desa yang masuk dalam zona merah rabies, untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing.
"Kami juga akan undang seluruh desa adat dan desa dinas, untuk mempersiapkan pembuatan awig-awig atau perarem rabies. Sehingga masyarakat disiplin memelihara anjing, dengan tidak meliarkannya," katanya.
Baca juga: Omzet Menjanjikan, Budidaya Bunga Krisan di Buleleng Masih Minim
Disinggung terkait stok vaksin, Sumiarta menyebut saat ini masih aman.
Pihaknya juga telah mendapatkan bantuan vaksin dari Pemprov Bali.
Sementara terkait progres, tahun ini vaksinasi telah dilakukan kurang lebih 50 persen dari total 93 ribu populasi anjing yang ada di Buleleng. (*)
Berita lainnya di Berita Buleleng