Music Zone
Pencarian Jati Diri Astera di Debut Album Worthy
Kuartet pop asal Bali, Astera akhirnya melepas debut albumnya bertajuk Worthy, 4 Nopember 2022
Penulis: Putu Candra | Editor: Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kuartet pop asal Bali, Astera akhirnya melepas debut albumnya bertajuk Worthy, 4 Nopember 2022.
Berisikan 13 nomor termasuk empat single yang telah lebih dulu didengarkan, Astera merilis album Worthy di platform musik digital.
Sehari usai dirilis, band yang diawaki Rio Bagastyan (vokal), Chandra Raditya (drum), Raden Bagus (gitar), dan Dode Debby (gitar) tancap gas menggelar konser selebrasi album perdananya ini dengan menggusung konsep 5-Sense Experience.
Dari belasan track di album Worthy seluruhnya bernuansa Pop Alternative, di mana secara tema yang diangkat mempunyai benang merah.
Bercerita seputar fase pencarian jati diri, menjadi diri sendiri tanpa harus menjadi sosok yang ‘berbeda’ untuk bisa menyenangkan diri sendiri maupun sekitar.
Baca juga: MUSIC ZONE: Luapan Emosional Wallaby Project di Single "Dazed"
"Worthy secara garis besar merupakan sebuah perayaan dan bentuk pujian kepada insan yang mampu melewati fase pencarian jati diri menjadi seorang individu yang sepenuhnya mempercayai kemurnian dirinya sendiri.
Tidak ada lagi istilah takut, tidak percaya diri, untuk melanjutkan kehidupan mereka di ekosistem ini," tutur Chandra penggebuk drum Astera sekaligus music arranger album ini.
Pilihan isu ini diangkat ini tidak lepas dari fenomena sekitaran mereka, bahwa cukup banyak orang merasa belum sepenuhnya pantas hidup di dunia karena keterbatasan, merasa tidak cukup menarik untuk orang sekitar.
Sehingga harus ‘bertopeng’ agar setidaknya diterima oleh lingkungannya. Astera khawatir masyarakat modern akan kehilangan entitasnya jika ini terus menerus terjadi.
"Astera selalu menyuarakan kepada seluruh insan dunia agar yakin dengan setiap proses tumbuh kembang dalam ekosistem masing-masing.
Tak perlu khawatir untuk ditinggalkan, kita pasti akan mendapatkan yang terbaik sesuai porsinya," sambung Rio, sang vokalis.
Baca juga: Music Zone: Solois asal Bali, Primo Rasendriya Rilis Album Perdana Berjudul "Kisah Sempurna"
Berbicara proses kreatif, Astera melakukan proses produksi album ini hampir setahun lamanya, dimulai dari Pebruari 2022. Meski begitu, perancangan aransemen sudah mereka garap sejak dua tahun silam.
"Prosesnya harus cukup bersabar, terlebih kami semua diluar aktifitas bermusik juga membagi waktu dengan pekerjaan masing-masing.
Tetapi, komitmen untuk Astera lah yang membuat kami pada akhirnya dapat merilis album perdana ini," terang Chandra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Astera-337890.jpg)