G20 di Bali

Pemprov Bali Keluarkan Rp 3,4 Miliar Untuk KTT G20, Koster Singgung Demo Mahasiswa Papua

Untuk mendukung suksesnya perhelatan KTT G20, Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan anggaran Rp 3,4 miliar.

Biro Pers Sekretariat Presiden
Untuk mendukung suksesnya perhelatan KTT G20, Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan anggaran Rp 3,4 miliar.Dana didapatkan dari APBD Bali dan tidak ada artinya, jika dibandingkan dengan infrastruktur seharga Rp 800 miliar lebih. 

Dirasakan rasa aman dan perdamaian muncul sehingga deklarasi bisa dicapai.

Semua kepala negara sangat megapresiasi dengan menawarkan produk dan saya ditanya.

Saya tidak pernah memakai full dress.

Saya selalu pakai busana adat Bali,” katanya.

Perhelatan KTT G20 diadakan saat Pulau Dewata memasuki musim hujan.

Khawatir hujan akan menghambat acara KTT G20, Gubernur Koster bukan memanggil pawang hujan, melainkan, secara langsung melaksanakan Upacara Ngrastiti Bhakti, nunas ica (bersembahyang) secara khusus.

Dengan memohon agar penyelenggaraan KTT G20 berjalan dengan lancar, nyaman, aman, damai, dan sukses, serta memohon agar tidak ada hujan selama berlangsungnya KTT G20.

“Saya tidak gunakan pawang hujan hanya ‘ngerastiti bakti’ sembahyang secara tulus dan menjangkau pura-pura di Bali,” ujarnya.

Upacara Ngrastiti Bhakti ini dilakukan di 23 Pura Kahyangan Jagat.

Pada Acara Gala Dinner, di tempat terbuka, dengan hiasan panggung yang luar biasa, 15 November 2022, pukul 19.30 WITA, di Garuda Wisnu Kencana, kata Koster, semula dikhawatirkan akan hujan.

Namun selama acara berlangsung, sama sekali tidak ada hujan, suasana sangat cerah dan terang, bahkan terlihat banyak bintang.

“Demikian halnya, pada saat para Kepala Negara melaksanakan penanaman mangrove, di Tahura, 16 November 2022, pukul 08.30 Wita, semula dikhawatirkan akan ada hujan, astungkara, sama sekali tidak ada hujan, suasana cerah dan terang. Kondisi yang baik ini bisa dicapai, hanya dengan Doa Ngrastiti Bhakti, sama sekali tidak memakai pawang hujan,” katanya.

Mengawali rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 hari kedua, Presiden Joko Widodo mengajak para pemimpin negara G20.

Beserta lembaga internasional mengunjungi Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Rabu, 16 November 2022.

Di sana, Presiden Jokowi dan para pemimpin negara G20 melakukan kegiatan penanaman pohon mangrove bersama.

Kemudian berkeliling melihat langsung berbagai spesies mangrove yang ada di Tahura.
Mengawali rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 hari kedua, Presiden Joko Widodo mengajak para pemimpin negara G20. Beserta lembaga internasional mengunjungi Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Rabu, 16 November 2022. Di sana, Presiden Jokowi dan para pemimpin negara G20 melakukan kegiatan penanaman pohon mangrove bersama. Kemudian berkeliling melihat langsung berbagai spesies mangrove yang ada di Tahura. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Pelaksanaan KTT G20 di Bali yang dilaksanakan di tengah musim hujan menjadi tantangan tersendiri, terutama acara jamuan makan malam di GWK.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika bertemu beberapa pemimpin redaksi media nasional di Hotel The Apurva Kempinski, Bali, Kamis (17/11).

“Saya sudah putuskan gala dinner di GWK, disiapkan lighting-nya dengan baik, dan prakiraan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) pada hari itu akan hujan,” ucap Presiden Jokowi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved