G20 di Bali
Pemprov Bali Keluarkan Rp 3,4 Miliar Untuk KTT G20, Koster Singgung Demo Mahasiswa Papua
Untuk mendukung suksesnya perhelatan KTT G20, Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan anggaran Rp 3,4 miliar.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
SEBANYAK 200 polisi yang sebelumnya melakukan pengetatan pengamanan rangkaian KTT G20 di Nusa Dua, Badung, resmi ditarik dari Gilimanuk, Jembrana, Kamis (17/11) malam.
Namun begitu, pola pengamanan masih tetap berlaku.
Polisi juga mengapresiasi seluruh masyarakat pengguna pelabuhan yang sudah bekerjasama selama pola pengamanan Operasi Puri Agung 2022 tersebut.
"Per kemarin malam sudah tuntas pengamanannya. Artinya kita tarik dan kembalikan ke kegiatan sebelumnya," tegas Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana saat dikonfirmasi, Jumat (18/11).
Kata dia, selama pengamanan, tidak ada hal yang menonjol. Sebab, selain aparat juga dibantu oleh masyarakat yang taat dengan pola pengamanan yang telah ditentukan.
Sehingga, setelah seluruh personel ditarik, pola pengamanan masih berlaku seperti sebelumnya. Pemeriksaan kendaraan, barang dan orang tetap dilakukan dengan nama kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
AKBP Juliana menyebutkan, untuk alat pengecekan seperti metal detector dan mirror detector masih beroperasi dalam pengamanan. Hanya saja, penggunaannya dilakukan secara selektif atau sewaktu-waktu.
"Alat-alat pengamanan masih tetap standby karena personelnya juga masih ada dan tetap anggota mengawasi di pintu masuk," tegasnya.
Dalam penggunaan sebelumnya, pendeteksi wajah masih belum menemukan hal mencurigakan. Selama ini tidak ada pemberitahuan terkait orang mencurigakan maupun oknum yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). "Ada beberapa alat deteksi wajah yang masih standby di Pelabuhan Gilimanuk," jelasnya.
Selain DPO, kata dia, hanya mendeteksi warga yang memiliki identitas mencurigakan. Mencurigakan yang dimaksud adalah seperti identitasnya yang buram, tak terbaca dan sebagainya. "Kemarin hanya ada identitas yang rusak dan sebagainya. Tapi secara umum semua lengkap membawa identitas," tandasnya. (*)