BBM Langka

Nelayan Sinar Bahari di Buleleng Bali Curhat Susah Dapat BBM Pertalite!

Kelompok nelayan Sinar Bahari, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Istimewa
Keluhkan BBM Pertalite - Kapolres Buleleng saat menggelar Jumat Curhat bersama sejumlah nelayan Desa Kaliasem, Jumat (9/12) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kelompok nelayan Sinar Bahari, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak ( BBM) jenis Pertalite.

Hal ini bahkan sudah terjadi sejak tiga bulan belakangan.

Keluhan itu disampaikan saat Kapolres Buleleng, AKBP I Made Dhanuardana, menggelar Jumat Curhat bersama sejumlah warga desa setempat, pada Jumat (9/12/2022).

Ketua Kelompok Nelayan Sinar Bahari, Kamarudin, mengatakan setiap ingin membeli Pertalite di SPBU Dencarik, pihaknya harus ngantre berjam-jam.

Bahkan terkadang para nelayan tidak mendapatkan jatah, sebab petugas SPBU lebih mengutamakan pengecer yang menjual BBM  di warung.

Baca juga: BPH Migas Tetapkan Kuota BBM, Antrean BBM Terjadi Karena Kondisional Lapangan

Baca juga: BBM Solar Langka Sebabkan Pengangkutan Sampah di Buleleng, Bali Terlambat

Kelompok nelayan Sinar Bahari, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Hal ini bahkan sudah terjadi sejak tiga bulan belakangan.

Keluhan itu disampaikan saat Kapolres Buleleng, AKBP I Made Dhanuardana, menggelar Jumat Curhat bersama sejumlah warga desa setempat, pada Jumat (9/12/2022).
Kelompok nelayan Sinar Bahari, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Hal ini bahkan sudah terjadi sejak tiga bulan belakangan. Keluhan itu disampaikan saat Kapolres Buleleng, AKBP I Made Dhanuardana, menggelar Jumat Curhat bersama sejumlah warga desa setempat, pada Jumat (9/12/2022). (Dok. Pertamina)

 

"Kami kadang harus mengantre sampai jam 11 atau 12 siang.

Waktu kami banyak terbuang, karena kalau siang itu kami kebanyakan bikin alat pancing, untuk dipakai melaut pada malam hari.

Kalau mengantre berjam-jam di SPBU kapan kami bisa istirahat," keluhnya. 

Kamarudin menyebut, setiap melaut rata-rata BBM yang dibutuhkan hanya sekitar 20 hingga 40 liter. 

Setiap hendak membeli BBM, Kamarudin selalu menunjukan KTPnya, yang pekerjaannya sudah tertera sebagai nelayan.

Namun petugas SPBU, kata Kamarudin, malah pernah menolak dan tidak percaya.

Sehingga Kamarudin diminta untuk mencari Kartu Pelaku Utama Sektor Kelautan dan Perikanan (KUSUKA).

Kelompok nelayan Sinar Bahari, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Kelompok nelayan Sinar Bahari, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. (KOMPAS.com/STANLY RAVEL)


"Harus menunjukan KUSUKA karena tidak boleh beli BBM pakai jeriken.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved