Berita Gianyar

Pengidap Berjumlah 2.158 Orang, Gianyar Target Bebas HIV/AIDS Tahun 2030

Kini Gianyar akan fokus pada penanganan kasus HIV/AIDS. Sebab sepanjang tahun, angka pengidap HIV/AIDS cukup besar.

Tribun Manado
Ilustrasi - Pengidap Berjumlah 2.158 Orang, Gianyar Target Bebas HIV/AIDS Tahun 2030 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gianyar sukses menekan angka kasus stunting di Kabupaten Gianyar, Bali yang dimulai sejak 2018 lalu.

Kini Gianyar akan fokus pada penanganan kasus HIV/AIDS. Sebab sepanjang tahun, angka pengidap HIV/AIDS cukup besar.

Bahkan sejak 1987 hingga 2022, jumlah warga di Gianyar yang mengidap HIV/AIDS sebanyak 2.158 orang. 

Baca juga: Bupati Mahayastra Turun Tangan Atasi Kasus Penistaan Agama Prajuru Taro Kelod Gianyar


Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Made Ariyuni, Kamis 15 Desember 2022 menjengungkapkan bahwa berdasarkan data resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jumlah kumulatif kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Gianyar dari tahun 1987 sampai dengan 31 oktober 2022 tercatat sebanyak 2.158 kasus.


Dari total tersebut, sebanyak 208 ODHA meninggal dunia dan  ODHA On ARV atau sedang aktif melakukan pengobatan ARV sebanyan 1.489 orang.

Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar Kian Memprihatinkan! Simak Penjelasannya

"Angka HIV dan AIDS memang cukup tinggi. Berbagai upaya terus kita lakukan, mulai promosi kesehatan, pencegahan penularan HIV, pemeriksaan diagnosis HIV, pengobatan, perawatan dan rehabilitasi," ujarnya.


Pihaknya pun menargetkan, Gianyar bebas HIV/AIDS pada tahun 2030 nanti.

Dalam mencapai bebas HIV/Aids ini, ada berbagai indikator yang harus dipenuhi.

Mulai dari menurunkan/meniadakan infeksi HIV baru, menurunkan/meniadakan kematian yang berkaitan dengan AIDS dan  meniadakan diskriminasi terhadap ODHA.

Baca juga: 39 Kasus HIV/AIDS Baru Ditemukan di Klungkung Selama 2022, 6 Kasus Berusia 20-24 Tahun

"Ya, ini harapan kita bersama, Bali dan khususnya Gianyar di tahun mendatang bisa zero HIV," harapnya.


Dalam mencapai target tersebut, Ariyuni mengatakan saat ini telah dilakukan berbagai upaya.

Mulai dari meningkatkan mutu dan jumlah layanan kesehatan AIDS, pembentukan klinik KTS, layanan PPIA, layanan Metadone, layanan IMS, layanan PDP atau pemberian obat ARV di rumah sakit maupun di semua puskesmas yang ada. 


"Untuk pelayanan kepada pengidap HIV dengan layanan pada klinik KTS di 13 PKM, 2 RS daerah dan 2 RS swasta dan 1 Yayasan. Sedangkan untuk PDP telah tersedia di RS Sanjiwani Gianyar, PKM Ubud II dan PKM Sukawati I," katanya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved