Berita Buleleng

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng Sudah Koordinasi dengan Pemprov Bali Soal KLB Rabies

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng sudah koordinasi dengan Pemprov Bali soal KLB Rabies, hasilnya tinggal dilaporkan ke Sekda Buleleng.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Kartika Viktriani
net/google
Ilustrasi Rabies - Kepala Dinas Kesehatan Buleleng sudah koordinasi dengan Pemprov Bali soal KLB Rabies, hasilnya tinggal dilaporkan ke Sekda Buleleng. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kematian akibat gigitan anjing rabies di Buleleng terus bertambah.

Saat ini tercatat sudah ada 13 nyawa melayang akibat suspek rabies terhitung sejak Januari hingga Sabtu (17 Desember 2022) kemarin.

Namun Pemkab Buleleng belum dapat menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Hal ini pun membuat DPRD Buleleng pada 2023 mendatang akan segera melakukan pembahasan untuk membuat Perda penaganan rabies.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr Sucipto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Bali, terkait penetapan rabies sebagai KLB. Namun Sucipto enggan membeberkan hasil kooordinasi tersebut, dengan alasan harus melaporkannya terlebih dahulu kepada Sekda Buleleng.

"Nggih nanti Senin tiang akan menghadap pak Sekda biar nanti pak Sekda yang akan menyampaikan hasil koordinasi kami ke Dinkes Provinsi," katanya.

Sementara dari Dinas Pertanian Buleleng, pada bulan ini mulai gencar melaksanakan vaksinasi anjing dan hewan penular rabies lainnya.

Ada ribuan ekor anjing yang akan dijadikan sebagai target vaksinasi.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta beberapa waktu lalu mengatakan, vaksinasi dilakukan dengan menurunkan dua tim.

Baca juga: Digigit Anjing Liar di Jari Telunjuk November Lalu, Warga Buleleng Tewas Suspek Rabies

Skema vaksinasi mirip dengan PMK, dimana petugas mendatangi satu per satu rumah warga yang  memelihara hewan penular rabies seperti anjing, yang berada dalam zona kasus gigitan anjing.

Tercatat dari 148 desa yang ada di Buleleng, 80 diantaranya dinyatakan masuk dalam zona kasus gigitan anjing. 

"Ya sebelumnya memang kami fokus penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Vaksinasi PMK sudah 100 persen kami laksanakan.  Sekarang kami fokus dirabies, kami sudah skemakan bagaimana melakukan penanggulangan secara maksimal. Penanganannya sama seperti skema PMK," terangnya. 

Vaksinasi ini pun ditargetkan bisa menyasar 70 persen dari total 82 ekor populasi anjing di Buleleng, hingga akhir Desember nanti.

Dimana vaksin yang akan digunakan berasal dari pengadaan yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng, serta bantuan dari Pemprov Bali

Sementara eliminasi tertarget, Sumiarta menyebut telah mengambil langkah tersebut sejak dulu, untuk mengatasi kasus rabies di Buleleng. Namun banyak penolakan yang dilakukan oleh warga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved