Upaya Konservatif IOH Kendalikan Perubahan Iklim, Dari Laut Jembrana Untuk Dunia
Upaya Konservatif Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) kendalikan perubahan iklim, dari laut Jembrana untuk dunia.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA – Bali dianungerahi kekayaan sumber daya alam (SDA) laut berlimpah yang menjadikan pulau dikenal dengan nama Pulau Dewata ini sebagai daya tarik wisata (DTW) utama di Indonesia, potensi tersebut perlu dijaga bersama melalui program-program konservasi laut.
Laut yang terlihat indah dari permukaan, di dalamnya terdapat keberadaan makhluk hidup yang perlu mendapat perhatian khusus, penyu dan hiu yang terancam punah, habitat-habitat penting lautan seperti bakau, lamun dan terumbu karang yang perlu dilestarikan.
Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki concern pada program konservasi yang kemudian dilirik sebagai program program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tangggung jawab sosial oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), perusahaan telekomunikasi digital yang dibentuk melalui penggabungan PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia.
IOH menggaungkan kesuksesan mergernya dengan terus berinovasi dan memberikan manfaat untuk bangsa dan negara mengacu UN Sustainable Development Goals (UN-SDGs) nomor 14 yang mengatur tentang ekosistem lautan, melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan.
Mengawali kesuksesan merger, tahun 2022 ini, mengambil momentum Bulan Cinta Laut (BCL), IOH meluncurkan program CSR Konservasi Laut di Kawasan Kabupaten Jembrana, Bali dengan melakukan konservasi kelautan.
Konservasi kelautan ini memanfaatkan skala yang lebih besar dan finansial yang lebih kuat setelah resmi memulai perjalanannya pada 4 Januari 2022 dengan misi untuk memberikan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan setiap orang Indonesia.
Head of Corporate Social Responsibility IOH, Diah Kusuma Dewi menjelaskan, bahwa IOH dalam program CSR memiliki empat pilar utama, salah satunya program yang saat ini dijalankan di bidang lingkungan, yakni komitmen perusahaan untuk konservasi kelautan dan perikanan
Pilar CSR lainnya adalah menciptakan nilai bersama untuk terus tumbuh berkelanjutan dengan mendukung masyarakat Indonesia guna mendapatkan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih besar dengan kehadiran IOH sebagai perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di Indonesia.
Melalui layanan telekomunikasi digital kelas dunia dan jaringan unggulannya, IOH yang dikendalikan bersama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison, berusaha untuk menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia.
Baca juga: Raih 100 Juta Pelanggan, IOH Hadirkan Promo Spesial Paket Data 100 GB seharga Rp 100 Ribu
Dari aspek pendidikan, IOH menelurkan pendidikan digital melalui IDCamp yakni dengan beasiswa pembelajaran coding secara online, IOH menciptakan ribuan talenta digital bersertifikasi.
Kemudian, pengembangan komunitas yang diberinama SheHacks yakni program inovasi untuk memberdayakan perempuan menggunakan teknologi.
“CSR IOH melaksanakan program ‘Konservasi Laut’ sebagai dukungan kepada pemerintah daerah di Desa Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali. Target konservasi adalah untuk upaya inisiasi dan rehabilitasi Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) serta penguatan mata pencaharian masyarakat pesisir melalui 4 kegiatan,” kata Diah kepada Tribun Bali, pada Selasa 20 Desember 2022.
Kawasan Jembrana dipilih IOH untuk kegiatan CSR karena memiliki potensi menjadi kawasan konservasi seluas sekira 3.500 hektar dengan target nilai konservasi tinggi, sebagaimana dalam rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Bali (data tersedia dalam tabel).

Konservasi yang dimaksud meliputi konservasi untuk biota laut yang terancam punah seperti penyu dan hiu, konservasi habitat penting lautan seperti bakau, lamun dan terumbu karang.
Lebih lanjut, kata dia, IOH mengembangkan potensi perikanan ikan lemuru dan ikan karang, serta menyediakan fasilitas tempat budidaya ikan dan udang serta ekowisata bahari.