Upaya Konservatif IOH Kendalikan Perubahan Iklim, Dari Laut Jembrana Untuk Dunia

Upaya Konservatif Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) kendalikan perubahan iklim, dari laut Jembrana untuk dunia.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Istimewa/Dok. IOH
Peluncuran program konservasi laut IOH di Jembrana, Bali, pada Agustus 2022. 

Pengelolaan sampah plastik di daerah pesisir, dan penguatan Komunitas Konservasi Penyu Kurma Asih Perancak.

Diah menyampaikan, bahwa Pantai Perancak merupakan 1 dari 14 prioritas pantai peneluran penyu di Indonesia yang tercantum dalam Rencana Aksi Nasional Penyu (RAN Penyu Indonesia).

Baca juga: Indosat Ooredoo & Ericsson Operations Engine Jalin Kerja Sama Managed Services & Network Automation

"Tak kalah penting, kami juga melakukan penguatan komunitas di lingkungan sekitar Jembrana, Bali melalui penguatan mata pencaharian masyarakat pesisir di Jembrana yang berasosiasi dengan KKPD Jembrana di bidang perikanan dan pariwisata pesisir dengan jumlah nelayan kurang lebih 7.000 jiwa di Kabupaten Jembrana," ujarnya.

Pelepasan penyu ke alam bebas di lautan sebagai bagian dari program konservasi laut.
Pelepasan penyu ke alam bebas di lautan sebagai bagian dari program konservasi laut.

Sementara itu, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menyatakan komitmennya mendukung pemenuhan target pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memiliki 30 juta hektar Kawasan Konservasi Perairan di tahun 2030 dengan menetapkan ‘Kawasan Konservasi Perairan Daerah’ KKPD baru di Jembrana.

Selaras dengan itu, konservasi laut di Jembrana dipilih karena merupakan 1 dari 5 daerah di Bali yang telah masuk dalam persyaratan atau pencadangan untuk menjadi KKPD dan telah sesuai dengan draft perundangan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau - Pulau Kecil (Draft RZWP3K) Provinsi Bali.

Ditambahkan dia, program yang kini dijalankan IOH ini sekaligus menjadi pilot project ekonomi biru yang mana implementasinya melibatkan peran aktif semua pihak mulai dari pelaku usaha, pemerintah hingga kelompok masyarakat dalam menjaga kesehatan laut.

Bukti dukungan dan peran aktif pelbagai pihak terhadap upaya konservatif ini kehadiran langsung Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Bupati Jembrana I Nengah Tamba beserta jajaran IOH di lokasi konservasi laut. 

Melalui program CSR Konservasi Laut di Jembrana, IOH berperan aktif dalam menciptakan kawasan konservasi laut yang lebih sehat dengan dukungan penuh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta berbagai komunitas pegiat lingkungan.

Selain kolaborasi bersama KKP, IOH juga kolaborasi bersama World Wildlife Fund (WWF) dan melibatkan langsung beberapa komunitas pegiat lingkungan seperti Komunitas Kurma Asih serta beberapa wisatawan asing.

“Lingkungan merupakan salah satu pilar dalam program CSR kami. Hal tersebut merupakan wujud komitmen IOH untuk berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Kami mendukung pemulihan yang lebih berkelanjutan, peningkatan aksi berbasis daratan dan lautan, serta peningkatan mobilisasi sumber daya untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan pengendalian perubahan iklim,” jelas Vikram.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha.

 

Baca juga: Puncak KTT G20 di Bali, IOH Tingkatkan Jaringan 5G dengan Teknologi Hijau di Beberapa Titik Venue

Menteri KKP RI, Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, bahwa KKP memiliki Program Bulan Cinta Laut (BCL) yang memuat kegiatan-kegiatan konservasi ekonomi biru KKP untuk mengurangi pencemaran sampah plastik di laut, dengan melibatkan multipihak, salah satunya IOH. Sebab semakin banyak pihak yang terlibat, persoalan sampah lautan semakin cepat dituntaskan.

"Pengelolaan sampah plastik di daerah pesisir yang ada di program konservasi laut ini, sejalan dengan program BCL-nya KKP. Saya harap program ini dapat menginspirasi pihak lain untuk bersama-sama menjaga ekosistem kelautan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” terang Menteri Trenggono.

Program konservasi laut itu dilincurkan KKP RI bersama IOH pada bulan Agustus 2022 di Kabupaten Jembrana, Bali yang juga sejalan dengan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) yang berlangsung satu bulan penuh pada bulan Oktober 2022.

IOH mengisi beragam program konservatif tersebut dengan berfokus pada penguatan masyarakat di Desa Perancak, Jembrana melalui Pelatihan Pengelolaan dan Penyulaman Mangrove serta kegiatan bersih-bersih Pantai Pura Segara Perancak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved