Human Interest Story

Kisah Calon PMI yang Gagal ke Jepang, Banting Setir Jual Ayam Lalapan di Bali

Kisah Made Berana, gagal ke Jepang, membuka gerai lalapan ayam goreng dan ayam bakar

ist
Gagal Jadi PMI ke Jepang, Made Berana Banting Setir Jual Ayam Lalapan - Kisah Calon PMI yang Gagal ke Jepang, Banting Setir Jual Ayam Lalapan di Bali 

Ketika ditanyai masalah Certificate of Eligibility (CEO) atau surat izin masuk negara Jepang, selalu dikatakan sudah keluar, namun pernah ditunjukkan ketika diminta oleh para calon PMI.

“Awalnya kami sekitar 20 orang itu mendatangi Disnaker, BP2MI. Jadi di sana dianjurkan melapor ke Polda Bali. Di sana saya juga masih bingung. Pada intinya, kami awam masalah hokum. Cara melapor saja tidak bisa,” imbuhnya.

Setelah melapor ke Polda Bali, ia melihat terdapat 337 berkas nama orang yang melaporkan PT MAG.

Made mengaku, uang Rp 30 juta tersebut didapatkannya dengan meminjam dari temannya.

Karena berujung tak berangkat ke Jepang, Made pun hingga kini belum bisa mengembalikan uang temannya tersebut.

Bahkan nyaris ia dilaporkan oleh temannya ke Polsek Kintamani karena dianggap menipu.

Selain ia, teman-temannya yang lain juga kebanyakan meminjam uang di bank untuk melakukan penyetoran pada PT MAG.

“Sampai saya pernah dilaporkan ke Polsek Kintamani karena dianggap menipu. Kemarin kan nunggu itu. Cari kerjaan sulit dan umur sudah 43 tahun. Mau nggak mau saya minta jatuh tempo lagi ke mereka (teman yang meminjamkan uang Rp 30 juta ke Made),” katanya.

Dulu Made seorang mantan pebisnis jeruk. Kini terkadang ada saja yang minta dicarikan jeruk.

Dan itu tidak terus menerus.

Hanya dalam kondisi tertentu saja. Kebetulan untuk menyambung hidupnya, duda dua anak itu sempat diberikan tempat berjualan oleh temannya di Jalan Padma, Penatih, Denpasar.

Made pun membuka gerai lalapan ayam goreng dan ayam bakar.

Namun tempat tersebut hanya dapat digunakan Made berjualan sampai Maret 2023.

Usaha ini ia lakukan sambil mencari pekerjaan yang tetap.

Dalam sehari Made bisa mendapatkan keuntungan kotor Rp 800 ribu dari hasil berjualan ayam lalapan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved