Pelanggaran HAM Berat

Presiden Akui 12 Pelanggaran HAM Berat, Toko Wong Jadi Saksi Bisu, Pembantaian Saat G30S di Jembrana

Presiden mengakui adanya pelanggaran HAM berat, di antaranya peristiwa pembantaian tahun 1965-1966, yang juga terjadi di Bali.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Bangunan Toko Wong yang menjadi saksi bisu peristiwa Gerakan 30 September 1965 di Jalan Kalimutu, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis 12 Januari 2023. 

Ingatan saksi mata terkait peristiwa G30S di Jembrana masih sangat kuat.

Seperti yang dialami I Ketut Sudibya (65) yang melihat langsung peristiwa mencekam saat itu.

Ia mengaku melihat sangat jelas bagaimana peristiwa G30S itu mengangkut para tahanan ke Toko Wong hingga dikembalikan ke mobil pengangkut dalam kondisi meninggal dunia.

Ketut Sudibya saat itu masih berusia 8 tahun lebih.

Saat itu, dia duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD), namun ia masih mengingat jelas bagaimana peristiwa itu terjadi.

Apalagi, salah satu kerabatnya juga ikut dalam peristiwa tersebut karena berprofesi sebagai anggota TNI.

"Kebetulan memori saya sangat kuat. Saya masih ingat betul kondisi mencekam waktu itu," tutur pria berperawakan tinggi dengan rambut putih itu.

Dia melanjutkan, pada masa itu, ia melihat jelas bagaimana sebuah mobil mengangkut puluhan orang kemudian diturunkan di depan Toko Wong.

Selanjutnya, mereka yang disebut sebagai para pentolan, simpatisan dan yang dituduh sebagai PKI diminta masuk ke ruangan di toko tersebut.

Tak lama kemudian, satu per satu dari mereka yang diangkut tersebut, kembali dikeluarkan dengan kondisi berbeda, yakni meninggal dunia.

Mayat mereka tampak digotong bahkan ada yang diseret oleh sejumlah orang menuju sebuah mobil.

Selanjutnya mayat tersebut dikirim atau dibuang di suatu tempat.

Sesuai penuturan tetuanya, mereka dibantai dengan berbagai cara, mulai dari ditembak di tempat dan ada juga yang ditusuk.

Namun, sebagian besar ditembak.

"Informasinya dibawa ke Pantai Candikusuma. Mereka katanya dibuang di sana," tutur pria kelahiran 1957 di Kelurahan Lelateng ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved