Berita Bangli

Dinas Pendidikan Bangli Kecipratan DAK Fisik Sebesar Rp16 Miliar 

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli mendapat anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp16 miliar lebih.

Istimewa
Kasi Sarana Prasarana Pendidikan Dasar Disdikpora Bangli, Ida Bagus Maha Arta 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli mendapat anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp16 miliar lebih.

Anggaran itu untuk pembangunan sarana dan prasarana mulai dari jenjang paud hingga SMP. 


Hal tersebut diungkapkan Kasi Sarana Prasarana Pendidikan Dasar Disdikpora Bangli, Ida Bagus Maha Arta.

Baca juga: Penjualan LPG 3 Kg di Bangli Turun Drastis, Biasanya Sehari Permintaan 7 Truk Kini Jadi 4 Truk

Ia menyebut total ada 19 satuan pendidikan yang mendapat alokasi DAK 2023.

Di mana sebagian besar sasarannya diperuntukkan untuk sekolah dasar. 


"Dari 19 satuan pendidikan ini untuk SD ada 15 sekolah yang mendapat DAK. Seluruhnya tersebar di empat kecamatan. Untuk totalnya sendiri sebesar Rp9,6 miliar lebih," sebutnya, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: 4 Kali Peristiwa Sambaran Petir di Awan Bangli, Bendesa: 12 Tahun Lalu Puluhan Krama Pingsan di Pura


Untuk jenjang paud, lanjutnya, ada satu sekolah yang mendapatkan DAK, yakni di TK Negeri Guliang Kangin.

Anggarannya sebesar Rp800.566.000 sedangkan untuk jejang SMP menyasar tiga sekolah dengan anggaran seluruhnya Rp3.110.476.000.


IB Maha Arta menjelaskan, DAK Fisik untuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah, seperti pembangunan ruang UKS, ruang guru, dan sebagainya.

Baca juga: 4 Kali Peristiwa Sambaran Petir di Awan Bangli, Bendesa: 12 Tahun Lalu Puluhan Krama Pingsan di Pura

Selain itu juga untuk pemenuhan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

"Tahun 2022 untuk pemenuhan TIK kita mendapat anggaran Rp 16 miliar, sementara tahun 2023 sebesar Rp 1,2 miliar," sebutnya.


Di samping itu dari jumlah pagu Rp 16 miliar yang diterima, dipotong 5 persen untuk penunjang kegiatan.

Mulai dari pembiayaan sosialisasi, membuat perencanaan, pengawasan dan untuk fasilitator.

"Untuk pengambilan pekerjaan dilakukan lewat swakelola murni," tandasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved