Berita Bali
Kuda Tak Bisa Dikendalikan, Dokar Tabrak Pohon di Bali, Kusir Dokar Masih Dirawat di IGD Sanglah
Kecelakaan dokar terjadi di Jalan Letda Regug Denpasar, kusir dokar mengalami luka robek pada bagian lutut kanan
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kecelakaan dokar terjadi di Jalan Letda Regug, Denpasar, Bali, Minggu 5 Februari 2023, pukul 14.00 Wita.
Dokar nahas ini menabrak pohon di pinggir jalan setelah sang kusir tak bisa mengendalikan kudanya.
Musibah ini membuat kusir dokar berinisial INP (70) mengalami sejumlah luka dan harus dirawat di IGD RSUP Sanglah yang kini bernama RSUP Prof. Ngoerah.
Dokar ini mengangkut empat orang penumpang dan dikendarai satu orang kusir. Empat penumpang merupakan keluarga yang terdiri atas suami istri dan dua anak.
Baca juga: Dokar di Denpasar, Dinas Pertanian Cek Kesehatan 8 Kuda
Satu penumpang yang merupakan anak-anak mengalami luka lecet di bagian wajah dan juga benjol di kening atas hidung.
Kusir dokar mengalami luka robek pada bagian lutut kanan, pelipis kanan, dan juga dicurigai mengalami patah tulang pada tangan kanannya.
Sementara untuk kudanya mengalami luka pada punggung. Sedang dokar mengalami kerusakan pada bagian depan dan juga rodanya.
Seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya menuturkan, awalnya dokar tersebut datang dari arah jalan Kapten Agung.
Saat sampai di perempatan Jalan Kapten Agung – Letda Regug – Letda Jaya, kusir akan membelokkan kudanya menuju ke Jalan Letda Regug.
Akan tetapi kusir tak bisa mengendalikan kudanya dan menabrak pohon cempaka yang ada di pinggir jalan. Warga sekitar pun terkejut dengan kejadian tersebut.
Tak berselang lama, ambulans dari PMI Kota Denpasar datang ke lokasi kejadian. Kusir dokar diberikan pertolongan sementara dan kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah.
Sementara penumpang yang merupakan anak-anak juga diajak ke rumah sakit oleh orangtuanya.
Kondisi Kusir Dokar
Berdasarkan laporan dari petugas ambulans PMI Kota Denpasar, kusir dokar ditemukan dalam kondisi sadar saat terjadi kecelakaan tunggal itu.
Sebelum dievakuasi, tim petugas ambulans dari PMI Kota Denpasar telah melaksanakan beberapa pengecekan.
Korban mengalami dislokasi atau cedera akibat pergeseran pada persendian di pergelangan tangan kanannya.
Hal ini sudah diatasi dengan pemasangan bidai pada area tubuh tempat terjadinya dislokasi.
Korban juga mengalami sobek atau luka terbuka pada kaki kanan.
Terlihat juga robek pada pelipis korban dan lecet-lecet pada kedua tangannya.
Semua luka di area bagian luar tersebut sudah diatasi dengan melakukan penutupan pada lokasi perdarahan.
Setelah melakukan cek tanda-tanda vital, diketahui saturasi korban yaitu 97 persen dan denyutan nadinya 77 kali per menit.
Petugas mengatakan kondisi yang dialami korban tergolong parah sehingga dengan segera juga langsung dievakuasi ke IGD RSUP Sanglah atau RSUP Prof. Ngoerah.
“Iya kondisinya parah baik di tangan maupun di kakinya, kemungkinan sih harus dirawat lebih lanjut,” kata petugas ambulans.
Tribun Bali juga sempat melihat kondisi korban masih dirawat di IGD RSUP Prof. Ngoerah.
Namun keluarga korban yang juga sempat ditemui wartawan tidak ingin memberikan komentar lebih lanjut.
Berdasarkan pantauan wartawan, kusir dokar ini masih dirawat hingga pukul 18.00 Wita pada Minggu, 5 Februari 2023. (sup/yun)
Kumpulan Artikel Denpasar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.