Berita Jembrana

Siswi SMK di Jembrana Karang Cerita Penculikan, Takut Dimarah Orangtua Saat Pulang ke Rumah

Pihak kepolisian dan masyarakat dibuat bingung dan heboh dengan adanya informasi penculikan terhadap siswi salah satu SMK Negeri di Jembrana

SHUTTERSTOCK VIA KOMPAS.COM
Ilustrasi - Siswi SMK di Jembrana Karang Cerita Penculikan, Takut Dimarah Orangtua Saat Pulang ke Rumah 

Ia pun dijemput oleh pihak keluargannya untuk diajak pulang.

Siswi tersebut juga sempat menyampaikan ke keluarganya bahwa mobil yang dibawa pria tersebut adalah jenis minibus warna putih dan tidak mengetahui nomor plat kendaraannya.


Atas informasi tersebut, Polres Jembrana pun melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat tinggal siswi tersebut.

Ternyata, setelah diminta keterangan, informasi tersebut hanya karangan dari siswi tersebut agar tak dimarah oleh keluarganya.


Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana menegaskan, pihaknya langsung menurunkan anggota untuk menelusuri informasi tersebut (dugaan penculikan).

Sebab, isu tersebut sangat sensitif. Bahkan dari rekaman cctv serta informasi warga, siswi tersebut tidak dipaksa oleh pria yang disebutkan sebagai pelaku. 


"Setelah kita dalami, ternyata yang bersangkutan takut dimarah oleh orang tuanya. Sehingga mengarang cerita tersebut (dugaan penculikan)," kata AKBP Juliana saat dikonfirmasi, Kamis 16 Februari 2023.


AKBP Juliana mengungkapkan, dari hasil interogasi anggotanya, alasan yang bersangkutan adalah takut dimarah pihak keluarga kemungkinan karena keluar rumah tanpa sepengetahuan atau tanpa izin orang tuanya.

Sehingga, ia berpura-pura untuk meminta pihak keluarga menjemputnya di salah satu tempat yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.


"Pamitnya bilang ngambil paket barang di awal. Intinya tidak ada kejadian seperti di informasi tersebut. Tidak ada informasi dia diculik kemudian disakiti dan diancam. Bahkan si siswi ini kenal dengan yang disebutkan menculiknya," ungkapnya.


Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan menyebar informasi yang dikarang sedemikian rupa seperti misalnya penculikan.

Sebab, isu penculikan ini sangat sensitif. Artinya masyarakat dilarang untuk menyebar informasi penculikan hoax tersebut karena akan meresahkan banyak pihak.

Kemudian, kata dia, para orangtua diharapkan untuk memberikan pemahaman kepada anaknya bahwa ketika akan pergi dari rumah harus izin dan ditegaskan jangan menggunakan alasan seperti ini (penculikan).


"Kami imbau masyarakat agar jangan sekali-kali menggunakan isu penculikan dijadikan alasan karena akan meresahkan bagi yang lain. Karena di Jembrana tidak ada hal yang seperti itu (penculikan)," imbaunya. 


"Terakhir, kami minta seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap orang yang belum dikenal. Itu sebagai antisipasi saja, tentu harus membatasi komunikasi dengan orang yang belum dikenal," tandasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved