Berita Buleleng

Pohon Tumbang Jalur Singaraja-Gilimanuk Sebabkan Kemacetan Hingga Tiga Jam

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, mengatakan pohon tumbang itu berdiameter 120 Cm, lantaran bagian akarnya sudah mulai lapuk.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Petugas BPBD Buleleng saat menangani dahan pohon beringin yang tumbang di Banjar Dinas Pasek, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Minggu (26/2/2023). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pohon perindang jalan jenis suar di jalur Singaraja-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Tegallenga, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Buleleng tumbang, Minggu (26/2/2023) pagi.

Pohon tersebut tumbang dan melintang di tengah jalan, hingga menyebabkan kemacetan selama tiga jam.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, mengatakan pohon tumbang itu berdiameter 120 Cm, lantaran bagian akarnya sudah mulai lapuk.

Akibat kejadian pohon tumbang ini, jalur nasional itu pun mengalami kemacetan selama kurang lebih tiga jam.

Pihaknya bersama petugas kepolisian tidak mengarahkan pengguna jalan, untuk melintasi jalur alternatif, melainkan hanya menerapkan sistem buka tutup jalan.

Baca juga: Pemerintah Jembrana Sediakan SAR 22 Vial Tahun Ini, Capaian Vaksinasi Rabies Sudah 32,98 Persen

Baca juga: Pilkel 14 Desa di Tabanan Digelar Juli 2023, Anggaran Ditaksir Capai Rp 613 Juta

Petugas BPBD Buleleng saat menangani dahan pohon beringin yang tumbang di Banjar Dinas Pasek, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Minggu (26/2/2023).
Petugas BPBD Buleleng saat menangani dahan pohon beringin yang tumbang di Banjar Dinas Pasek, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Minggu (26/2/2023). (Istimewa)

Penanganan dikatakan Ariadi memang membutuhkan waktu lama.

Sebab pohon tumbang tersebut juga menimpa kabel induk milik PLN, sehingga tiang listrik menjadi roboh.

Selain itu, musibah ini juga menyebabkan tembok panyengker dan pelinggih milik I Made Dody (41) serta pintu gerbang milik Made Sumpena (71) rusak.

Kejadian ini pun ditafsir menimbulkan kerugian hingga Rp 25 juta.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun akibat pohon tumbang ini, ada dua rumah warga rusak dengan total kerugian Rp 25 juta. Kami akan segera melakukan assessment untuk bantuan perbaikan," terang Ariadi.

Ariadi pun mengimbau kepada masyarakat, untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintas di jalur Buleleng barat.

Mengingat di sepanjang jalur tersebut terdapat banyak pohon perindang jalan yang berukuran besar.

Petugas BPBD Buleleng saat menangani dahan pohon beringin yang tumbang di Banjar Dinas Pasek, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Minggu (26/2/2023).
Petugas BPBD Buleleng saat menangani dahan pohon beringin yang tumbang di Banjar Dinas Pasek, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Minggu (26/2/2023). (Istimewa)

"Kami akan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pemangkasan pada pohon-pohon besar di jalur barat, untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa," jelasnya.

Selain itu, di hari yang bersamaan dahan pohon beringin yang terletak di Banjar Dinas Pasek, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng juga patah sekitar pukul 09.30 Wita.

Dahan itu patah akibat disapu angin kencang dan hujan deras, kemudian menimpa sebuah pelinggih, atap rumah Gede Sikat serta pintu masuk menuju balai desa setempat.

"Kejadian ini nihil korban jiwa. Untuk total kerugiannya masih dihitung," tandas Ariadi. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved