Berita Jembrana

Pemerintah Jembrana Sediakan SAR 22 Vial Tahun Ini, Capaian Vaksinasi Rabies Sudah 32,98 Persen

Pemerintah Jembrana sediakan SAR 22 Vial tahun ini, capaian vaksinasi rabies sudah 32,98 persen.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Kartika Viktriani
kompas.com
Ilustrasi vaksin rabies - Pemerintah Jembrana sediakan SAR 22 Vial tahun ini, capaian vaksinasi rabies sudah 32,98 persen. 

NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Tingginya kasus rabies di Jembrana membuat ketar-ketir pemerintah.

Sebab, dalam dua bulan ini tercatat sudah ada 18 kasus anjing positif rabies dan telah menggigit 47 orang.

Untuk mengantisipasi kejadian fatal, Dinas Kesehatan Jembrana telah mengadakan Vaksin Anti Rabies (VAR) serta Serum Anti Rabies.

VAR digunakan untuk korban gigitan hewan penular rabies (HPR), sedangkan SAR diperuntukan kepada mereka yang terkena luka gigitan dengan risiko tinggi, misalnya di bagian wajah serta ujung jari.

Menurut data yang berhasil diperoleh, untuk penanganan di manusia, pemerintah menyiapkan SAR sebanyak 22 vial tahun ini.

Kemudian untuk VAR disediakan sebanyak 5.500 vial.

Sementara itu, penanganan pada hewan penular rabies (HPR) juga telah dilakukan tim dari Keswan-Kesmavet Jembrana dengan vaksinasi emergency maupun massal.

Hingga saat ini, HPR yang sudah divaksin sebanyak 15.252 ekor atau 32,98 persen dari total estimasi 46.243 ekor. 

"Tahun ini kita pengadaan atau menyiapkan 22 vial Serum Anti Rabies (SAR). SAR ini untuk kasus gigitan tertentu atau berisiko tinggi," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Gede Ambara Putra saat dikonfirmasi. 

Baca juga: Cakupan Vaksinasi HPR Rendah, Dinkes Jembrana Khawatir, Buntut Warga Mendoyo Meninggal Diduga Rabies

dr Ambara menjelaskan, selain SAR, pemerintah juga secara rutin menyiapkan Vaksin Anti Rabies (VAR) setiap tahunnya. Untuk tahun ini, ada 5.500 vial yang disediakan untuk mereka yang terserang HPR. 

"Kalau VAR diberikan kepada seluruh warga yang terkena gigitan atau serangan dari HPR. Jika HPR diketahui positif, akan diberikan lengkap (tiga kali)," jelasnya. 

Dia menegaskan kepada seluruh masyarakat Jembrana agar jangan abai atau hangan menyepelekan kasis gigitan anjing.

Sebab, jika tak ditangani dengan maksimal atau sesuai prosedur bakal berakibat fatal.

Apalagi saat ini tercatat kasus gigitan sudah 653 kasus dengan penggunaan VAR sebanyak 1.088 dosis. 

"Jumlah kasus gigitan HPR saat ini sudah sebanyak 18 positif dengan korban gigitan HPR positif sebanyak 47 orang," ungkapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved