Berita Denpasar
Ogoh-Ogoh Kali Cita Pralaya ST Tunas Muda, Manfaatkan Bahan Alam, Daun Nangka hingga Cabai Kering
Setiap tahun, ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati Denpasar selalu membuat ogoh-ogoh yang totalitas.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setiap tahun, ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati Denpasar selalu membuat ogoh-ogoh yang totalitas.
Dan ogoh-ogoh karya ST Tunas Muda selalu menjadi peraih nilai tertinggi di Kota Denpasar.
Pada Nyepi saka 1945 ini, ST Tuna Muda kembali membuat ogoh-ogoh berbahan bahan alami.
Baca juga: Sarana Babia, Ogoh-ogoh STT Yowana Dharma Wiguna yang Bikin Penasaran
Selain itu, ide yang diangkat juga sesuai dengan kekinian yakni terkait perang di dunia.
Ogoh-ogoh ST Tunas Muda tahun ini bertajuk Kala Cita Pralaya yang intinya sebuah kehancuran akibat pikiran buruk.
"Kami mengangkat peperangan atau konflik di dunia. Kami buat dalam tiga bagian ogoh-ogoh," kata I Wayan Pageh Wedanta, Ketua STT Tunas Muda saat diwawancarai Senin, 27 Februari 2023.
Baca juga: Usung Ogoh-Ogoh Mahespati Yudha, STT Eka Dharma Suwitra Berikan Pesan Jaga Keharmonisan
Adapun bagian dari ogoh-ogoh ini adalah bedawang nala yang menjadi simbol bumi berupa kura-kura dililit naga.
Bagian kedua berupa figuran yang menggambarkan kehancuran manusia akibat konflik.
Dan ketiga adalah ogoh-ogoh utama adalah simbol raksasa namun tak bertangan dan berkaki.
Baca juga: Kisah di Balik Lagu Ogoh-ogoh Ian Bero dan Okid Kres yang Melegenda, Diciptakan Tahun 1988
"Yang ketiga adalah ogoh-ogoh utama sebagai simbol bahwa tanpa turun tangan dan kaki raksasa bisa mengadu dan menghancurkan," katanya.
Uniknya bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan ogoh-ogoh ini semua alami.
Naga menggunakan jeruk purut kering dan kulit buah lamtoro, sementara kura-kura menggunakan limbah tangkai buah kelapa.
Baca juga: Hidupkan Suasana Banjar di Sekolah, Siswa SD PGRI Denpasar Buat Ogoh-ogoh Untuk Meriahkan Nyepi
Selain itu, untuk warna manusia menggunakan tulang daun nangka.
Dan untuk raksasa menggunakan cabai kering untuk pewarnaan.
Untuk proses pembuatan pun dimulai pada Desember 2022 dan ditarget selesai 8 Maret 2023.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.