Berita Klungkung

Warga Klungkung Keluhkan Tanah Pembongkaran Pasar Berserakan di Jalan, Gede: Sangat Mengganggu

Beberapa warga mengeluhkan ceceran tanah di Jalan Raya Puputan di Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, Senin (27/2/2023).

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Beberapa warga mengeluhkan ceceran tanah di Jalan Raya Puputan di Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung, Senin 27 Ferbruari 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Beberapa warga mengeluhkan ceceran tanah di Jalan Raya Puputan di Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, Senin (27/2/2023).

Tanah tersebut berasal dari proyek pembongkaran Pasar Seni Semarapura.


Keluhan disampaikan seorang warga asal Desa Tojan, Gede Sumayasa (34).

Baca juga: Isak Tangis Keluarga Selimuti Kepulangan Jenazah Supini di RSUD Klungkung

Menurutnya kondisi jalan raya di tengah kota yang dikotori ceceran tanah liat itu sudah terjadi sejak Sabtu (25/2/2023) lalu. 


"Ini jalan di tengah kota, tapi jalannya seperti di wilayah pengerukan tanah. Sampai bisa ada ceceran tanah seperti ini di jalan raya," keluh Gede Sumayasa, Senin (26/2/2023).


Tanah itu menurutnya sangat menganggu pengendara. Apalagi saat hujan, tanah itu membuat jalanan licin. Sementara saat kering, tanah itu membuat jalanan berdebu.

Baca juga: Jenazah Korban Gempa Turki Ni Wayan Supini Tiba di Bali, Langsung Bertolak ke Klungkung


"Para pengendara tentu merasa sangat terganggu. Seperti kemarin saat hujan, tanah ini buat jalanan jadi sangat licin. Sementara sekarang saat kering, jalanan jadi berdebu. Sangat menganggu pengendara," keluhnya.


Ia berharap agar pihak berwenang bisa membersihkan ceceran tanah tersebut, karena sudah sangat mengganggu pengendara.

Jika tanah itu berasal dari proyek pembongkaran Pasar Semarapura, diharapkan agar petugas yang bisa membersihkan tanah di jalan raya. Sehingga tidak sampai menganggu kepentingan umum.

Baca juga: Anak Pj Perbekel Tantang Kelahi Remaja, Pj Perbekel Bentak Komang A Saat Pidato di Klungkung


"Agar tidak menganggu kepentingan umum, agar ada petugas lah yang membersihkan. Jadi proyek pembongkaran pasar bisa jalan, tanpa menganggu kepentingan umum," jelasnya.


Sementara Kepala UPT Pasar Klungkung I Komang Sugianta menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pelaksana pembongkaran Pasar Semarapura terkait keluhan warga tersebut.

Baca juga: Kembali Temui Kasus PMI Ilegal, Disnaker Klungkung Minta Aparat Desa Perketat Pengecekan

Menurutnya hujan deras selama tiga hari belakangan, membuat kondisi proyek di dalam pasar sangat becek.

Tanah menempel pada ban truck yang lalu lalang keluar masuk pasar. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Klungkung


"Tanah itu tertempel di ban truck dan juga menempel di jalan. Ini yang membuat tanah itu berserakan juga di jalan raya. Nanti kami akan koordinasikan lagi," ungkap Sugianta. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved