Berita Jembrana
Kabupaten Jembrana Bali Digelontor 150 Rambu Evakuasi Bencana yang Dipasang di Enam Desa Pesisir
BNPB gelontorkan 150 Rambu Evakuasi Bencana di Kabupaten Jembrana Bali yang dipasang di enam desa pesisir.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Kartika Viktriani
NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelontor 150 rambu jalur evakuasi di Kabupaten Jembrana, Bali.
Tujuannya untuk mengurangi risiko dampak bencana terutama di wilayah pesisir.
Sebab, wilayah Jembrana belakangan ini dilanda bencana alam dan ancaman tsunami di wilayah pesisir.
Terparah adalah peristiwa banjir bandang pada Oktober 2022 lalu.
Menurut data yang diperoleh, 150 rambu jalur evakuasi tersebut bakal dipasang di enam desa wilayah pesisir Jembrana.
Diantaranya pesisir Desa Penyaringan, Desa Delodbrawah, Desa Perancak, Desa Pengambengan, Desa Banyubiru dan Desa Tuwed.
Pemberian bantuan rambu jalur evakuasi tersebut disampaikan saat Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra menyambangi Kantor BNPB, Jumat 3 Maret 2023 kemarin.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa bencana yang melanda Jembrana sangat berdampak pada perekonomian.
Baca juga: Jalan Amblas Dekat Jembatan Bilukpoh Dicor Beton, Ditemukan Banyak Kayu di Bawah Jalan
Tidak hanya untuk warga Jembrana, namun juga masyarakat luar Jembrana juga.
"Banjir dan tanah longsor cukup sering terjadi di Jembrana akhir-akhir ini. Kejadian banjir bandang terakhir sangat berdampak pada ekonomi Jembrana dan Bali, karena Jembrana merupakan lintasan jalur nasional," ucapnya.
Ipat berharap beberapa wilayah yang sering dilanda banjir dan bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten terutama yang berada di jalur nasional agar segera mendapat penanganan.
Seperti contohnya Jembatan Bilukpoh yang sebelumnya diterjang banjir bandang pada Oktober 2022 lalu.
Selain itu ada juga saluran air yang setiap hujan selalu mengakibatkan air meluber ke jalan nasional.
"Kami harap Jembatan Bilukpoh segera mendapat penanganan dengan menambah ketinggian jembatan. Selain itu juga gorong-gorong di Sumbersari semoga bisa segera ditangani, gorong-gorong itu sangat sempit dan sebagian ditutupi oleh sedimen tanah, dan itu perlu penanganan dua Balai yang berbeda," harapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra menyebutkan, bantuan 150 rambu jalur evakuasi bakal dipasang di enam desa pesisir wilayah Jembrana.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.