Berita Jembrana

Vaksinasi Rabies Sasar Tiga Banjar di Jembrana, Buntut Warga Meninggal Dengan Riwayat Gigitan Anjing

Satu per satu rumah warga di Banjar/Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali didatangi petugas vaksinasi dari Bidang Keswan-Kesmavet

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Petugas dari Keswan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana saat melakukan vaksinasi rabies di wilayah Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Selasa 7 Maret 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Satu per satu rumah warga di Banjar/Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali didatangi petugas vaksinasi dari Bidang Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Selasa 7 Maret 2023.

Adalah kegiatan vaksinasi massal yang dilakukan pascaseorang warga meninggal dunia dengan riwayat gigitan anjing.

Di sisi lain, petugas juga melakukan KIE atau edukasi ke keluarga serta masyarakat sekitar bahwa jangan sepelekan kasus gigitan anjing dan sebaiknya dilakukan pencegahan.

Baca juga: Sekolah Negeri di Jembrana Dibobol Maling, Laptop, Proyektor hingga Beras di SDN 1 Penyaringan Raib


Menurut pantauan, sejumlah petugas nampak mempersiapkan alat vaksinasi manual dan juga tulup.

Untuk anjing yang masih bisa dipegang akan dilakukan vaksinasi manual, sedangkan vaksinasi tulup ditujukan bagi HPR yang tidak diikat ataupun tak bisa dijangkau.


Kabid Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa menjelaskan, sesuai dengan laporan adanya warga yang meninggal dunia dengan riwayat gigitan anjing, pihaknya menerjunkan tim vaksinasi untuk menyasar tiga banjar di Desa Kaliakah. 

Baca juga: Pemerkosa Gadis Disabilitas di Jembrana Penjara 12 Tahun, Terdakwa Sempat Bersikeras Tak Mengakui


"Karena zona merah rabies (Desa Kaliakah) kita lakukan vaksinasi massal menyasar tiga banjar. dua banjar lagi akan kita lanjutkan dengan target capaian 80 persen," ucapnya. 


Widarsa melanjutkan, pihaknya juga sempat melakukan KIE atau edukasi terhadap keluarga maupun warga setempat untuk menyebarkan informasi untuk melakukan vaksin anjing secara rutin, tidak meliarkan anjing.


"Dan terpenting jika ada gigitan cepat lakukan langkah penanganan awal dan melaporkan ke faskes atau rabies center terdekat," tegasnya. 

Baca juga: Pemerintah Jembrana Sediakan SAR 22 Vial Tahun Ini, Capaian Vaksinasi Rabies Sudah 32,98 Persen


Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Jembrana, Ida Bagus Made Adnyana meenjelaskan, setelah adanya warga yang meninggal dunia dengan riwayat gigitan anjing dan menunjukkan gejala rabies pihaknya langsung melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). 

 

"Kita sudah lakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Dari informasi, kasus gigitan itu terjadi 1 Januari 2023 lalu," ungkapnya. 

 

Adnyana melanjutkan, mengingat adanya tanda gejala seperti itu (rabies) dan ada riwayat gigitan HPR, pihaknya melaporkaj kasus ini sebagai suspek rabies.

Baca juga: Vaksinasi Rabies di Tabanan Capai 14.529 Ekor Anjing dan Kucing, Maret Ditarget Capai 70 Persen

Sehingga di tahun 2023 ini, sudah ada dua orang warga yang meninggal dengan status suspek rabies. Dan kebetulan pada kedua kasus ini warga tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat karena tidak melapor ke faskes terdekat.


"Ini karena pemahaman masyarakat yang masih kurang. Mereka hanya mengetahui ketika terjadi gigitan hanya dicuci saja, tapi untuk ke faskes belum dilakukan. Padahal itu penting sekali untuk penanganan awal," ungkapnya.

Baca juga: Rumah Tangga Diambang Kehancuran, Indra Bekti Belum Rela Aldila Jelita Didekati Pria Lain

 


Disinggung mengenai pemberian VAR terhadap keluarga yang sempat kontak dengan korban, Adnyana menyebutkan VAR hanya diberikan kepada suami korban. Mengingat hanya suaminya saja yang sempat kontak langsung. 


"Hari ini kita lakukan VAR ke suaminya, sementara baru satu orang saja," tandasnya. (*)

 

 

 

Berita lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved