Berita Jembrana

Penelitian Sarkofagus di Manistutu Tunggu Tim Arkeolog, Disparbud Jembrana Kirim Surat ke Balai

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana telah mengirim surat secara resmi ke Balai Pelestarian Budaya Wilayah Bali terkait penemuan diduga sarkofagus

Ist/Disparbud Jembrana
Tim pelestari budaya saat kegiatan survei dan penemuan benda kuno di rumah warga di Banjar Mekar Sari, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana telah mengirim surat secara resmi ke Balai Pelestarian Budaya Wilayah Bali terkait tindak lanjut penelitian temuan batu besar diduga sarkofagus di wilayah Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Selanjutnya, pihak Balai bakal menerjunkan lamgsung tim arkeolog untuk melakukan penelitian secara detail. Sehingga bakal diketahui batu tersebut jenis apa, kapan terbentuknya dan di kawasan mana saja ditemukan. 

Baca juga: Benda Kuno Diduga Sarkofagus Ditemukan di Rumah Warga Manistutu Jembrana


"Kita sudah bersurat ke Balai (untuk penelitian), tapi sekarang masih menunggu," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara saat dikonfirmasi, Minggu 12 Maret 2023.


Dia melanjutkan, dalam surat tersebut sudah disampaikan permohonan untuk penelitian lebih lanjut terkait temuan batu besar diduga sarkofagus tersebut.

Selain ditemukan di kawasan hutan, juga ditemukan di pekarangan atau halaman rumah warga. 

Baca juga: Warga Temukan Batu Besar Mirip Sarkofagus di Jembrana, Diduga Terdapat Banyak Batu Besar Serupa


"Biasanya setelah tim peneliti turun, akan teridentifikasi lagi temuan sarkofagus di tempat lain. Karena ketika ditemukan satu, pasti ada benang merahnya. Ditunjukkan jalur atau lokasi lain yang diduga ada sarkofagus di tempat lain," jelasnya.


Mantan Sekdis Pariwisata Provinsi Bali ini menyebutkan, hingga saat ini temuan batu besar kuno itu masih dominan di wilayah Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.

Namun, nanti tim peneliti bakal melakukan penelitian secara detail mulai dari mengenai asal, apa yang terjadi dan radius kawasan, serta tahun berapa batu-batu yang diduga sarkofagus tersebut.

Baca juga: Tiga Sarkofagus Ditemukan di Desa Sawan Buleleng


Dia melanjutkan, apabila nanti ditemukan dengan jumlah yang sedikit hanya perlu memindahkan ke museum Purba di Gilimanuk untuk menjamin keamanannya.

Sementara, jika ditemukan dalam jumlah banyak bakal dikomunikasikan lebih lanjut. 


"Tapi, karena jumlahnya diperkirakan banyak, perlu ada komunikasi dengan masyarakat sekitar karena temuan tersebut berpotensi sebagai destinasi wisata dan tempat penelitian. Mungkin juga kawasan itu menjadi kawasan budaya atau situs," jelasnya. (*)

 

 

 

Berita lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved