Berita Klungkung

Dewan Klungkung Soroti Dugaan Hotel dan Restoran di Nusa Penida Buang Limbah ke Laut

Anggota DPRD Klungkung meminta DLHP untuk menindaklanjuti pembuangan limbah dari akomodasi wisata seperti hotel dan restaurant ke laut.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Rapat Koordinasi Komisi II DPRD Klungkung dengan DLHP Klungkung, Senin (13/3/2023). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Anggota DPRD Klungkung meminta DLHP untuk menindaklanjuti pembuangan limbah dari akomodasi wisata seperti hotel dan restaurant ke laut.

Hal ini terungkap saat rapat koordinasi Komisi II DPRD Klungkung dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), Senin (13/3/2023).


Rapat tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi II DPRD Klungkung, Sri Handayani. Serta dihadiri Kadis LHP I Ketut Suadnyana dan Asisten II (Bidang Perekonomian dan Pembangunan) Setda Klungkung, Ni Luh Ketut Ari Citrawati. 

Baca juga: Fungsi Pengawasan Lemah, Beberapa BUMDes di Klungkung Terjerat Masalah Hukum


Anggota DPRD asal Desa Ped Nusa Penida, I Made Satria mengaku khawatir dengan pembuangan limbah dari beberapa akomodasi wisata seperti hotel dan restoran di Klungkung.

Menurutnya ada beberapa hotel dan restoran di Nusa Penida yang terindikasi pembuangan limbahnya langsung ke pantai. 


"limbah berupa air ini, takutnya nanti mencemari biota laut," ujar Made Satria, Senin (13/3/2023).


Sementara anggota dewan lain, I Ketut Gunaksa mengungkit kondisi TPA Jungutbatu di Pulau Lembongan yang kondisinya kian overload.

Baca juga: Khawatir Membahayakan Keberadaan Pura, Dua Desa Adat di Klungkung Minta Hentikan Pengerukan Lahan


"Pulau Lembongan menurut saya darurat sampah. Masalah sampah ini krusial sekali, apalagi Pulau Lembongan itu barometer pariwisata di Klungkung. Dari tahun 2019 dijanjikan (revitalisasi) TPA Jungutbatu, tapi sampai saat ini tidak kunjung tuntas," tegas Gunaksa.


Menanggapi sorotan anggota dewan tersebut, Kadis LHP I Ketut Suadnyana mengaku pihaknya sudah turun ke Nusa Penida untuk mengecek 12 akomodasi wisata yang diduga membuang limbahnya ke laut.

Namun setelah dicek, yang dicurigai pembuangan limbah ke laut itu merupakan drainase air hujan.

Baca juga: Tidak Lagi Dipandang Sebelah Mata, Tata Kelola Kearsipan Klungkung Dapat Predikat Baik


"Jadi itu drainase air hujan, bukan pembuangan limbah. Hotel dan restauran itu biasanya sudah buat septic tank untuk pembungan limbahnya. Tapi kami akui di Nusa Penida kami belum ada layanan untuk pengelolaan atau penyedotan limbah," ujar Ketut Suadnyana.


Sementara untuk masalah di TPA Jungutbatu, sampai saat ini masih diupayakan agar nantinya bisa direvitalisasi menjadi TPST. Namun masih ada kendala terkait beberapa dokumen untuk perencanaannya.


"Kami masih dorong agar (rencana) pembuatan TPST ini Jungutbatu ini bisa maju ke Bappenas," ungkap Suadnyana. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved